Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Journalism and News Writing Workshop IMM Al-Iskandariyah Perkuat Tradisi Literasi IMM

Iklan Landscape Smamda
Journalism and News Writing Workshop IMM Al-Iskandariyah Perkuat Tradisi Literasi IMM
Journalism and News Writing Workshop IMM Al-Iskandariyah Perkuat Tradisi Literasi IMM. (Nova Aquila/PWMU.CO)
pwmu.co -

Sebanyak 27 kader Pimpinan Komisariat (PK) Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Al-Iskandariyah dan kader Rencana Tindak Lanjut (RTL) IMM Al-Iskandariyah Universitas Muhammadiyah Lamongan (Umla) mengikuti IMM Journalism & News Writing Workshop, Ahad (4/10/2026).

Kegiatan yang mengusung tema “Dari Kegiatan Menjadi Berita, dari Berita Menjadi Gerakan” ini berlangsung di Ruang B-205 Lantai 2 Gedung B Umla. Workshop dilaksanakan setelah rangkaian pembukaan yang sebelumnya telah berlangsung dengan tertib dan kondusif.

Kegiatan menghadirkan Fathan Faris Saputro, M.Pd. sebagai pemateri. Sementara itu, sesi workshop dipandu oleh Immawati Fatwa, kader RTL IMM Al-Iskandariyah Umla, selaku moderator.

Dalam pemaparannya, Fathan mengajak peserta memahami bahwa jurnalistik tidak sekadar berkaitan dengan kemampuan menulis.

Seorang penulis juga perlu memiliki tanggung jawab terhadap informasi yang disampaikan, terlebih ketika tulisan tersebut dipublikasikan melalui media digital.

Ia menekankan pentingnya kesadaran terhadap rekam jejak digital bagi setiap orang yang aktif memproduksi dan menyebarkan informasi.

“Rekam jejak digital itu akan selalu ada. Bahkan sepuluh tahun ke depan, apa yang kita tulis dan publikasikan hari ini masih mungkin ditemukan kembali,” tuturnya.

Menurut Fathan, kesadaran terhadap jejak digital penting dimiliki kader, khususnya ketika menulis dan mempublikasikan informasi mengenai kegiatan organisasi. Setiap tulisan perlu dipertimbangkan dari sisi kebenaran informasi maupun dampaknya bagi pihak yang terlibat.

Tekankan Etika dalam Jurnalistik

Selain membahas jejak digital, Fathan menjelaskan sejumlah etika dasar yang perlu diperhatikan dalam penulisan berita. Beberapa di antaranya adalah faktualitas, keberimbangan, verifikasi informasi, akurasi kutipan, netralitas penulis, serta perhatian terhadap aspek hukum dan martabat pihak yang diberitakan.

SMPM 5 Pucang SBY

Ia menegaskan bahwa menulis berita bukan hanya tentang menyampaikan informasi kepada pembaca, tetapi juga berkaitan dengan tanggung jawab penulis terhadap informasi yang dipublikasikan.

“Menulis berita bukan hanya tentang bagaimana menyampaikan informasi, tetapi juga bagaimana kita bertanggung jawab terhadap informasi yang kita sampaikan. Karena itu, aspek hukum dan martabat orang yang diberitakan juga harus diperhatikan,” jelasnya.

Materi tersebut menjadi bekal bagi kader untuk mengolah berbagai kegiatan organisasi menjadi berita yang faktual, akurat, dan dapat dipertanggungjawabkan. Kader juga diarahkan agar tidak terburu-buru memublikasikan informasi sebelum memastikan data dan fakta yang diperoleh.

Workshop berlangsung dalam suasana tenang dan kondusif. Peserta mengikuti pemaparan materi dengan perhatian, disertai interaksi antara pemateri dan peserta.

Untuk menjaga suasana tetap aktif dan menghindari kejenuhan selama kegiatan, pemateri juga mengajak peserta melakukan ice breaking. Sesi tersebut membuat suasana workshop menjadi lebih cair sehingga peserta dapat kembali fokus mengikuti materi.

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya PK IMM Al-Iskandariyah dalam memperkuat tradisi literasi kader. Melalui kemampuan jurnalistik, kader diharapkan tidak hanya mampu melaksanakan kegiatan, tetapi juga mampu mendokumentasikan dan menyebarluaskan setiap gerakan organisasi melalui tulisan yang baik dan bertanggung jawab.

Dengan demikian, kegiatan organisasi tidak berhenti sebagai aktivitas internal, tetapi dapat menjadi informasi yang bermanfaat bagi pembaca sekaligus menjadi bagian dari rekam jejak gerakan IMM.(*)

Revisi Oleh:
  • Zahrah Khairani Karim - 04/10/2026 23:34
SD Kreatif

Baca Lainnya

Adv UMSURA

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu