Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Naik Kelas Setelah Ramadan, Pesan Kuat Khutbah Idulfitri di PRM Jatikalang Krian

Iklan Landscape Smamda
Naik Kelas Setelah Ramadan, Pesan Kuat Khutbah Idulfitri di PRM Jatikalang Krian
Ustaz Taufiqirrahman, M.Pd. menyampaikan khutbah Idulfitri di hadapan jamaah PRM Jatikalang Krian. Foto: Basirun/PWMU.CO
pwmu.co -

Suara takbir menggema khidmat di pelataran rumah Hj. Suliyen, RT 07 RW 01, Desa Jatikalang, Kecamatan Krian, Jumat (20/3/2026). Hamparan karpet hijau menutupi lapangan bulu tangkis yang disulap menjadi lokasi pelaksanaan Salat Idulfitri 1 Syawal 1447 Hijriah.

Momen tersebut dimanfaatkan warga sekitar yang datang berbondong-bondong dengan mengenakan busana terbaik untuk menunaikan salat Idulfitri bersama.

Ketua panitia yang juga Ketua Takmir Masjid Al-Hidayah, Ir. Arief Moeryanto, mengawali kegiatan dengan menyampaikan laporan penerimaan zakat.

“Alhamdulillah, tahun ini takmir masjid berhasil menghimpun zakat berupa beras sebanyak 730 kilogram, uang tunai Rp2.800.000, serta fidyah Rp900.000,” ujarnya.

Ia menambahkan, seluruh zakat yang terkumpul merupakan hasil kolaborasi antara panitia Masjid Al-Hidayah dan Musala Al-Istiqomah, serta telah disalurkan kepada para mustahik yang berhak menerima.

Pada pelaksanaan Salat Idulfitri kali ini, panitia menghadirkan Ustaz Taufiqurrahman, M.Pd., sebagai imam sekaligus khatib.

Dalam khutbahnya, khatib mengawali dengan mengutip firman Allah dalam Surah Al-Baqarah ayat 183 tentang kewajiban puasa sebagai jalan menuju ketakwaan.

Ia menegaskan bahwa tujuan utama Ramadan adalah membentuk pribadi muttaqin, yakni orang yang mampu mengendalikan diri dan tidak berlebihan dalam kehidupan.

“Puasa melatih kita untuk menahan diri. Meski hari ini kita merayakan Idulfitri, kita tetap harus menjaga sikap, termasuk menghormati saudara kita yang masih berpuasa,” tuturnya.

Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga adab di ruang publik, termasuk tidak makan secara terbuka sebagai bentuk toleransi.

Selanjutnya, khatib menyampaikan hadis qudsi yang diriwayatkan Imam Bukhari dan Muslim, bahwa seluruh amal manusia adalah untuk dirinya, kecuali puasa yang dikhususkan bagi Allah, dan Allah sendiri yang akan membalasnya.

Iklan RSI Siti Aisyah Madiun

Selain itu, ia menjelaskan bahwa Allah menyediakan pintu khusus di surga, yaitu Ar-Rayyan, bagi orang-orang yang berpuasa.

Dalam bagian inti khutbahnya, khatib mengangkat tema “Naik Kelas Setelah Ramadan”. Ia menegaskan bahwa Ramadan merupakan madrasah pembinaan, sedangkan kehidupan setelahnya adalah praktik nyata dari pembelajaran tersebut.

Ia menyebutkan beberapa indikator orang bertakwa setelah Ramadan, di antaranya tetap menjaga salat malam seperti tahajud, melanjutkan puasa sunnah, membiasakan membaca Al-Qur’an, menjaga lisan dan pancaindra, serta memilih lingkungan yang baik dan saleh.

Khatib juga menyoroti fenomena menurunnya semangat ibadah menjelang akhir Ramadan, ketika sebagian orang justru disibukkan dengan urusan duniawi, seperti berbelanja kebutuhan hari raya.

Ia mengingatkan bahwa pada bulan Ramadan pintu surga dibuka, pintu neraka ditutup, dan setan dibelenggu. Namun, masih ada manusia yang terjerumus dalam dosa.

“Hal itu disebabkan oleh hawa nafsu, kebiasaan buruk, serta godaan yang masih tersisa, meskipun setan telah dibelenggu,” jelasnya.

Mengakhiri khutbahnya, khatib mengajak jamaah untuk mempertahankan nilai-nilai kebaikan yang telah dibangun selama Ramadan.

“Ramadan adalah madrasah, dan setelahnya adalah praktik. Jangan sampai kita mengurai kembali benang yang telah kita pintal dengan susah payah,” pungkasnya. (*)

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu
Logo Depan Satriadev
Logo Belakang Satriadev
⚡ 1 Dekade ⚡