Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Nama, Warisan, dan Jejak Kebaikan: Sebuah Renungan

Iklan Landscape Smamda
Nama, Warisan, dan Jejak Kebaikan: Sebuah Renungan
pwmu.co -

Oleh drh. Zainul Muslimin (Bendahara PWM Jawa Timur)

PWMU.CO- Ada perenungan yang muncul saat kaki menjejak di tanah-tanah baru: dari Domine Eduard Osok Airport di Sorong, Douw Aturure Airport di Nabire, hingga Moses Kilangin Airport di Timika. Nama-nama bandara ini mungkin terdengar asing bagi banyak dari kita, tapi sesungguhnya mereka adalah penanda sejarah.

Mereka bukan sekadar nama; mereka adalah simbol keberanian, pengabdian, dan cinta tanah air yang diabadikan di langit Nusantara. Nama mereka hidup terus, meski jasad telah kembali ke tanah.

Tersisa satu harapan: semoga kelak kaki ini bisa berpijak di ujung barat negeri, di bumi Serambi Mekkah—Aceh. Maka lengkaplah sudah silaturahim, dari ujung timur hingga ujung barat Indonesia. Namun bukan soal destinasi geografis semata yang hendak direnungkan, melainkan makna dari sebuah nama yang melekat pada tempat dan peristiwa.

Nama adalah Warisan

Nama bukan sekadar label. Ia adalah identitas, narasi, dan bahkan doa. Dalam tradisi Islam, Nabi Muhammad Saw bersabda:

إِنَّكُمْ تُدْعَوْنَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ بِأَسْمَائِكُمْ وَأَسْمَاءِ آبَائِكُمْ فَأَحْسِنُوا أَسْمَاءَكُمْ

Sesungguhnya kalian akan dipanggil pada hari kiamat dengan nama-nama kalian dan nama ayah-ayah kalian. Maka perbaguslah nama-nama kalian.” (HR. Abu Dawud)

Apa yang diwariskan oleh nama? Ia menyimpan jejak perjuangan. Nama bisa menjadi obor penerang, menjadi pengingat atas jasa dan teladan. Tidak semua orang harus punya nama yang diabadikan menjadi nama jalan atau bandara. Tapi setiap kita bisa memperjuangkan agar nama kita meninggalkan warisan kebaikan, bukan sekadar nama yang hilang ditelan zaman.

Dalam konteks ini, Muhammadiyah menjadi contoh nyata bagaimana sebuah nama menjadi warisan nilai dan perjuangan. Nama Muhammadiyah sendiri bermakna “pengikut Nabi Muhammad”—sebuah cita ideal untuk meneladani akhlak, misi dakwah, dan kebermanfaatan Rasulullah Saw.

Pendiri Muhammadiyah, KH Ahmad Dahlan, tidak pernah meminta namanya diabadikan menjadi nama jalan, apalagi bandara. Tapi lihatlah bagaimana nama beliau hidup dalam karya dan keteladanan: rumah sakit, sekolah, universitas, bahkan hingga cabang dakwah di luar negeri. Inilah bentuk keabadian nama yang sesungguhnya: bukan di papan nama, tetapi di hati manusia dan dalam amal shalih yang terus mengalir.

Muhammadiyah mengajarkan bahwa menjadi “pahlawan” tidak harus menumpahkan darah, tapi cukup dengan menumpahkan kasih sayang, ilmu, dan kerja-kerja ikhlas yang memberi manfaat nyata. Inilah yang membuat nama hidup, bahkan setelah tubuh kembali ke tanah.

Satu hari kelak, kita akan dipanggil di hadapan Allah dengan nama kita. Bukan nama yang tercetak di prasasti, melainkan nama yang disaksikan oleh orang-orang yang pernah menerima kebaikan kita.

Maka pertanyaannya bukan “Apakah nama kita akan dikenang?” melainkan “Apakah nama kita akan disaksikan sebagai pembawa manfaat?”

Allah berfirman:
وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا

Dan jadikanlah kami pemimpin bagi orang-orang yang bertakwa.” (Qs Al-Furqan: 74)

Menjadi pemimpin bukan soal jabatan atau popularitas, tapi soal pengaruh dan keteladanan. Nama kita bisa menjadi pemimpin, menjadi panutan, jika ia diasah dengan keikhlasan, amal, dan keteguhan dalam kebaikan.

Dalam perjalanan menapaki bumi Indonesia dari timur ke barat, kita diajak merenungi: siapa yang akan mengenang kita kelak? Bukan karena status, tetapi karena manfaat. Apakah kita meninggalkan jejak seperti bandara-bandara yang kita lewati—yang tak hanya memudahkan perjalanan orang, tetapi juga menyalakan kembali api semangat dan keteladanan?

Maka hari ini, mari kita mulai dari hal yang kecil: tersenyum kepada sesama, berbagi ilmu, memberi manfaat, menyebar kebaikan. Sebab siapa tahu, itulah yang menjadikan nama kita harum di langit, meski tak dikenal di bumi.

Bismillah. Tetap semangat berbagi manfaat. Semoga nama kita termasuk yang disebut dengan penuh kemuliaan pada yaumil hisab nanti. Aamiin. (*)

Editor Alfain Jalaluddin Ramadlan

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu