Search
Menu
Mode Gelap

Nasyiatul Aisyiyah Launching ToT Eco Bhinneka: Merawat Kerukunan, Melestarikan Lingkungan

Nasyiatul Aisyiyah Launching ToT Eco Bhinneka: Merawat Kerukunan, Melestarikan Lingkungan
pwmu.co -
Eco Bhinneka

PWMU.COPimpinan Pusat Nasyiatul Aisyiyah telah me-launching program Training of Trainer (ToT) Eco Bhinneka pada Sabtu (26/07/2025).

Program ini merupakan salah satu program lanjutan dan penguatan dari gerakan Green Nasyiah dengan pendekatan lintas iman, inklusif, dan kolaboratif.

Gerakan ini tidak hanya bertujuan untuk meningkatkan literasi dan aksi lingkungan, tetapi juga menempatkan perempuan, terutama kader-kader Nasyiatul Aisyiyah, sebagai champion dalam pembangunan berkelanjutan.

Lebih lanjut, program ini bertujuan untuk menguatkan peran perempuan, mendorong lahirnya kader dan komunitas penggerak Eco Bhinneka dari seluruh provinsi di Indonesia.

Serta, membangun jaringan dan kolaborasi lintas organisasi, agama, dan daerah dalam advokasi. Juga kampanye pelestarian lingkungan yang inklusif, replikatif, dan berkelanjutan.

Tidak ketinggalan, membentuk fasilitator daerah Eco Bhinneka yang akan meneruskan kegiatan ToT Eco Bhinneka di akar rumput dan terlibat dalam berbagai kegiatan lintas agama dan lingkungan.

Kolaborasi Komunitas Lintas Agama

Kolaborasi antara komunitas lintas agama dan organisasi perempuan dalam masifikasi Eco Bhinneka teryakini akan memperluas jangkauan dan pengaruh gerakan lingkungan yang berkeadilan gender dan berbasis nilai-nilai kebhinekaan.

Keterlibatan perempuan secara aktif dalam pendidikan lingkungan, produksi barang ramah lingkungan, dan kampanye digital.

Kegiatan ini juga berkontribusi pada tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs). Khususnya tujuan ke-5 (Kesetaraan Gender), tujuan ke-11 (Kota dan Komunitas yang Berkelanjutan), dan tujuan ke-13 (Penanganan Perubahan Iklim).

Ketua Umum Pimpinan Pusat Nasyiatul Aisyiyah, Ariati Dina Puspitasari, dalam sambutannya, menyampaikan bahwa bagi Nasyiatul Aisyiyah, isu lingkungan tidak hanya konsep, tataran kesadaran atau teori saja.

Namun sudah sampai kepada implementasi aksi, cara kita menjaga lingkungan. Ia juga mengapresiasi langkah-langkah konkret Duta Green Nasyiah dan kader Nasyiah secara lebih luas terkait isu lingkungan yang telah digalakkan di masing-masing wilayah.

Iklan Landscape UM SURABAYA

Hal ini merupakan upaya dalam menunjukkan bahwa Islam yang Rahmatan lil alamiin. “Langkah – langkah kita untuk melakukan masifikasi Eco Bhinneka ini, Insya Allah adalah sebuah upaya menurunkan Islam rahmatan lil alamin” ujar Ariati

“Dan kita adalah anak panah dari gerakan tersebut, gerakan Muhammadiyah yang sangat menjunjung tinggi nafas dari Islam rahmatan lil alamin” pungkasnya.

Rawat Lingkungan untuk Anak Cucu

Kegiatan ini berlangsung secara daring mulai 26 Juli hingga 15 September 2025 mendatang. Berawal dengan welcoming zoom, bersambung dengan rangkaian materi ToT, pembuatan RTL, praktik baik di wilayah masing-masing, monitoring, evaluasi dan diseminasi, pelaporan dan berakhir dengan closing ceremony.

Dalam sesi Pembukaan, Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Dr H Agus Taufiqurrahman SpS MKes menyampaikan pesan untuk semangat merawat lingkungan. Sebab, hal tersebut merupakan wujud syukur dan komitmen Muhammadiyah dalam menjaga titipan dari Allah untuk anak cucu.

“Tindakan sekecil apapun itu nanti bisa menjadi jawaban ketika kita ditanya Allah di akhirat nanti bahwa kita ikut terlibat merawat bumi anugerah Allah. Maka dari itu, Pimpinan Pusat Muhammadiyah menyambut baik program PPNA ini. Bangun kolaborasi, Eco Bhinneka ini tidak lepas dari gerakan kolaborasi itu sendiri. Tantangan berat, jalani dengan tegar” tuturnya.

“Selamat melanjutkan program Green Nasyiah, terima kasih telah terus membawa spirit berkemajuan, kami selalu bangga dengan kegiatan NA. Terus menjadi ortom yang menjaga ideologi tetap lurus dan tegak” tambahnya.

LAZISMU sebagai donatur utama dalam program ini turut hadir, yang diwakili oleh Ahmad Imam Mujaddid Rais MIR selaku Ketua LAZISMU PP Muhammadiyah.

Ia menyampaikan bahwa isu lingkungan ini sangat krusial dan harus dibangun kesadaran global. Beliau juga mengajak untuk menggalakkan sedekah untuk isu lingkungan sebagai wujud dari ekosistem filantropi.

“Kalau bisa kader NA tidak hanya sedekah waktu. Namun juga sedekah untuk isu lingkungan. Kita bangun ekosistem filantropi yang integratif. Tidak hanya LAZISMU yang menyalurkan untuk kebutuhan program. Namun juga kita bersama untuk fund raising” tuturnya.

Penulis Lufki LNH, Editor Danar Trivasya Fikri

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments