Di tengah padatnya aktivitas sekolah, SD Muhammadiyah Kompleks Gresik (SD Mugres) Kampus A menghadirkan kegiatan rutin yang menjadi oase rohani bagi seluruh civitas akademika. Kegiatan ini diberi nama Ngaji Bareng atau yang lebih akrab disebut Ngabar.
Jumat (8/8/2025) siang, deretan ruang kelas yang biasanya digunakan untuk belajar-mengajar disulap menjadi ruang-ruang penuh kekhusyukan. Lantunan ayat-ayat suci Al-Qur’an bergema pelan, menyatu dengan suasana damai.
Ngabar SD Mugres wajib diikuti oleh seluruh guru dan karyawan, mulai dari kepala sekolah, kepala urusan, wali kelas, guru pendamping khusus, tenaga administrasi, staf keuangan, hingga staf kebersihan. Kegiatan ini menjadi ruang pertemuan spiritual yang egaliter dan inklusif.
Dilaksanakan rutin setiap Jumat sejak setahun lalu, Ngabar dibagi menjadi dua sesi. Kelompok perempuan dimulai pukul 12.00 WIB setelah salat Zuhur, sedangkan kelompok pria dilaksanakan segera setelah salat Jumat.
Pembelajaran Al-Quran yang Membumi
Berbeda dengan kegiatan seremonial keagamaan pada umumnya, Ngabar dirancang sebagai pembelajaran Al-Qur’an yang sistematis namun tetap membumi. Kegiatan diawali dengan membaca al-Quran secara bergiliran dalam kelompok, disimak langsung oleh ustadz/ustadzah tahfidz yang berperan sebagai pembimbing. Peserta mendapat koreksi bacaan, pemahaman tajwid, serta penjelasan singkat mengenai makna ayat yang dibaca. Penghafalan al-Quran (tahfizhul-Qur’an) juga menjadi bagian tak terpisahkan.
Sebelum melanjutkan aktivitas lainnya, para guru dan karyawan bergantian menyetorkan hafalan juz 30 dengan tertib dan penuh semangat.
Memperkuat Silaturahmi dan Ukhuwah
Bagi sebagian besar peserta, Ngabar menjadi momen yang dinantikan setiap pekan. Selain meningkatkan kualitas bacaan al-Quran, kegiatan ini mempererat silaturahmi dan membangun kedekatan di antara keluarga besar SD Mugres. Suasana hangat dan saling mendukung membuat kegiatan ini jauh dari kesan formal.
Rina Dwi Astuti SE SPd, salah satu guru yang rutin mengikuti Ngabar, mengungkapkan pengalamannya.
“Kegiatan ini sangat bermanfaat untuk memperbaiki bacaan al-Quran sekaligus menjadi ajang silaturahmi. Rasanya lebih semangat bekerja setelah hati tenang karena sudah mengaji bersama,” ujarnya.
Lebih dari sekadar rutinitas pekanan, Ngabar telah menjadi budaya spiritual yang melekat dalam kehidupan kerja di SD Mugres Kampus A. Hal ini sejalan dengan visi sekolah yang tak hanya berfokus pada pencapaian akademik, tetapi juga pembinaan karakter dan ruhiyah para pendidiknya.
Koordinator kegiatan, Hadi Purnomo SPd, bersama tim Urusan Kehidupan Islami SD Mugres Kampus A, menjelaskan bahwa Ngabar lahir dari keresahan akan minimnya ruang pembinaan rohani di tengah rutinitas sekolah. Ia berharap kegiatan ini dapat menjadi warisan budaya kerja yang positif.
“Ngabar bukan hanya tentang membaca al-Quran, tetapi juga membangun kebersamaan, saling mengingatkan dalam kebaikan, dan menumbuhkan semangat ibadah di lingkungan kerja. Harapannya, kegiatan ini menjadi budaya positif yang terus dilakukan secara konsisten,” ungkap Hadi.
Ia menambahkan, SD Mugres Kampus A percaya bahwa sekolah bukan hanya tempat mendidik anak, tetapi juga wadah pembinaan bagi para pendidik. “Dan Ngabar adalah salah satu buktinya,” pungkasnya. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments