Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Ngopiin Smamita: Belajar Hidup Sehat Emosional Bersama Dio Diadon

Iklan Landscape Smamda
Ngopiin Smamita: Belajar Hidup Sehat Emosional Bersama Dio Diadon
Creator Dakwah Gen Z Muslim Dio Diadon hadir dalam kegiatan Ngopiin di ruang Demokrasi SMA Muhammadiyah 1 Taman (Nashiiruddin/PWMU.CO)
pwmu.co -

Program Tahfidz Class SMA Muhammadiyah 1 Taman (Smamita) menggelar kegiatan Ngobrol Inspiratif Bareng Influencer yang dikemas dalam acara bertajuk Ngopiin. Kegiatan ini menghadirkan Creator Dakwah Gen Z Muslim, Dio Diadon, dan berlangsung di ruang Laboratorium Demokrasi lantai dua pada Jumat–Sabtu (22–23/8/2025).

Dengan tema “Pentingnya Koneksi yang Aman Secara Emosional di Kalangan Gen Z”, acara ini diikuti seluruh siswa kelas tahfidz. Obrolan santai yang dibawakan Dio Diadon terasa menarik karena ia memadukannya dengan petikan gitar sederhana yang mampu memikat seluruh peserta.

Pemuda asal Yogyakarta itu menghadirkan kisah hidup yang menyentuh hati. Setiap nada yang ia mainkan seakan berbicara kepada pendengar, menjadikan musik bukan hanya sekadar bunyi, melainkan bahasa jiwa.

Dalam pembukaannya, Dio membagikan pengalaman masa lalunya. “Sejak SD kelas 5 hingga SMK, saya menjadi bagian dari anak punk dan selalu dicap sebagai anak nakal. Di manapun, saya disebut anak punk yang tidak punya masa depan. Justru kalimat-kalimat itu menjadi motivasi. Saya ingin membuktikan bahwa anak nakal pun punya masa depan,” ungkapnya.

Dio menuturkan, meski berasal dari Pacitan, ia memilih hijrah ke Yogyakarta. Kota itu menjadi titik balik kehidupannya. Ia sempat bergabung dengan grup band Endank Soekamti.

“Di band ini rata-rata anak-anaknya ternyata sholeh. Meski saya masih punk, teman-teman di sana tetap menjaga shalat. Dari situlah saya mulai menemukan jalan hijrah,” katanya.

Selain menjadi bagian dari Endank Soekamti, Dio mendapat amanah membuat video klip band tersebut. Berbekal kemampuan desain animasi, ia kemudian dipercaya oleh produser MNCTV untuk menggarap animasi Adit Sopo Jarwo di sebuah studio animasi di Yogyakarta. “Alhamdulillah, saya dipercaya menjabat sebagai CEO dan manajer utama di perusahaan tersebut,” jelasnya.

Ia berpesan, “Jika ada yang menilai kalian sebagai anak nakal, jangan tumbang. Buktikan bahwa anak nakal juga punya masa depan dan bisa sukses. Jangan menyerah hanya karena hinaan.”

Iklan Landscape UM SURABAYA

Dio juga menekankan pentingnya peran siswa tahfidz Smamita sebagai brand ambassador Islam. Menurutnya, generasi Gen Z saat ini akan menjadi dominan pada tahun 2045. Karena itu, persiapan sejak dini sangatlah penting.

Ia lalu memaparkan lima problematika yang kerap dihadapi generasi muda:

  1. Keluarga. Baik buruknya anak tidak lepas dari peran orang tua. Anak yang berasal dari keluarga broken home sering kali kurang kasih sayang. Namun, Dio berpesan agar pengalaman pahit di rumah dijadikan pelajaran, bukan trauma.
  2. Pertemanan. Pergaulan di media sosial kerap menimbulkan kompetisi tidak sehat. Banyak remaja merasa harus tampil lebih baik dari teman-temannya, hingga akhirnya muncul konflik, kesepian, dan tekanan untuk selalu terlihat sempurna.
  3. Keuangan. Gen Z sering terjebak dalam gaya hidup konsumtif, belanja online, promo flash sale, hingga lifestyle inflation. Minimnya literasi keuangan membuat sebagian terjerat pinjol. Karena itu, penting membiasakan menabung dan belajar mengatur keuangan sejak dini.
  4. Percintaan. Banyak remaja terlalu larut dalam asmara hingga melupakan tugas utama, yaitu belajar. Dio menekankan agar pelajar tidak mudah berpacaran secara berlebihan karena bisa merugikan, khususnya bagi perempuan.
  5. Kesehatan. Era digital membuat remaja rawan kecanduan media sosial. Dio mengingatkan agar pandai memilah konten, membatasi konsumsi informasi, serta berani bercerita kepada orang tua, guru, atau teman ketika merasa tertekan. “Kalau perlu, konsultasi ke psikolog itu bukan hal yang tabu,” ujarnya.

Sementara itu, Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan, Wahyu Bimas Kurniasandi SIKom, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan ini.

“Alhamdulillah, kita bisa melaksanakan Al-Quran Camp di Smamita selama dua hari sebagai sarana menambah ilmu. Kehadiran Mas Dio dari Yogyakarta ini adalah kesempatan luar biasa,” ujarnya.

Ia menambahkan, “Mas Dio akan berbagi ilmu tentang bagaimana menjadi pemuda dan pelajar yang baik, serta bagaimana kita hidup bermasyarakat. Silakan manfaatkan momentum ini sebaik-baiknya. Semoga kegiatan ini membawa berkah dan bermanfaat dalam kehidupan sehari-hari.” (*)

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu