
PWMU.CO – Bertempat di Aula Kantor Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Blitar, Pimpinan Daerah Aisyiyah (PDA) Kota Blitar bersinergi dengan DPRD Provinsi Jawa Timur menggelar sarasehan bertajuk “Menguatkan Nilai-Nilai Keluarga di Era Digital.”
Kegiatan ini diikuti oleh sekitar 50 peserta dari berbagai kalangan, termasuk pengurus Aisyiyah tingkat daerah, cabang, dan ranting, serta tenaga pendidik dan pegawai dari Amal Usaha Muhammadiyah (AUM), seperti Rumah Sakit Aminah, TK Aisyiyah Bustanul Atfal (ABA), SD, dan SMP Muhammadiyah.
Hadir pula Jairi Irawan SHum, perwakilan dari DPRD Provinsi Jawa Timur yang merupakan anggota Komisi I DPRD Kota Blitar, yang membidangi pendidikan, kesehatan, dan kesejahteraan rakyat.
Sarasehan dibuka secara resmi oleh Ketua PDA Kota Blitar, dr Wasingah MKes. Dalam sambutannya, ia menyoroti tantangan yang dihadapi keluarga di era digital.
“Kehadiran teknologi telah menciptakan paradoks sosial: yang jauh menjadi dekat, namun yang dekat justru terasa jauh. Bahkan, di meja makan pun kita kadang kehilangan makna kebersamaan karena semua sibuk dengan handphone masing-masing,” ujarnya.
Acara ini dipandu oleh Tiwik Kusrini SPd, Sekretaris PDA sekaligus Kepala SD Muhammadiyah Kota Blitar. Narasumber utama adalah Devia Purbaningrum, seorang psikolog muda dari Kota Blitar yang aktif dalam isu-isu keluarga dan pendidikan.
Dalam pemaparannya, Devia menekankan pentingnya tiga pola utama dalam menjaga nilai-nilai keluarga di era digital, yaitu:
- Pola Komunikasi
Anggota keluarga harus menjaga komunikasi yang erat meski dipisahkan jarak. Era digital seharusnya menjadi jembatan, bukan penghalang. - Pola Pendidikan
Orang tua dituntut bijak dalam mengarahkan anak memanfaatkan teknologi—khususnya handphone—sebagai sarana pembelajaran, bukan sekadar hiburan. - Pola Gaya Hidup
Era digital juga mendorong pola konsumtif melalui kemudahan akses aplikasi belanja. Keluarga harus mampu menyesuaikan gaya hidup dengan kondisi ekonomi agar tidak terjebak dalam gaya hidup yang melebihi kemampuan.
Sarasehan ini menegaskan bahwa peran orang tua sangat krusial dalam membangun ketahanan keluarga di tengah tantangan era digital, terutama dalam hal mengontrol dan mengarahkan penggunaan teknologi oleh anak-anak di lingkungan rumah agar tetap sesuai dengan nilai-nilai yang dianut keluarga.
Sementara itu, di sisi lain, para guru juga memiliki kontribusi yang tak kalah penting dalam membentuk dan membentengi moral serta karakter anak didik, agar mereka tetap berada pada jalur yang positif, tidak terpengaruh dampak negatif dunia digital yang semakin terbuka dan tak terbendung
Kegiatan ini menjadi langkah konkret Aisyiyah dalam membina keluarga Indonesia agar tetap harmonis, kuat, dan cerdas digital di tengah derasnya arus globalisasi teknologi. (*)
Penulis Miftakhul Rohmah Editor M Tanwirul Huda


0 Tanggapan
Empty Comments