PWMU.CO – SD Muhammadiyah 1 Krian Sidoarjo (SD Sakri) melaksanakan kegiatan Nurani Malam Tahajud (NURMATA), berupa shalat Tahajud dan Shubuh berjamaah yang diikuti oleh seluruh siswa dan siswi kelas 4. Kegiatan ini berlangsung di Masjid Baiturrahman pada Jumat (1/8/2025).
Kegiatan ini dilaksanakan dengan tujuan untuk membiasakan siswa-siswi mendekatkan diri kepada Allah SWT melalui ibadah malam, sebagaimana yang dianjurkan dalam al-Quran:
“Dan pada sebagian malam, lakukanlah salat Tahajud (sebagai suatu ibadah) tambahan bagimu; mudah-mudahan Tuhanmu mengangkatmu ke tempat yang terpuji.” (QS. Al-Isra: 79)
Wakil Kepala Sekolah SD Sakri bidang Al Islam, Abdillah Faizun, menjelaskan tentang pentingnya shalat tahajud di hadapan para peserta dalam sesi tadabbur ayat sebagai rangkaian dari kegiatan shalat tahajud berjamaah.
“Shalat tahajud adalah shalat sunnah yang dilaksanakan pada malam hari, yaitu setelah shalat Isya hingga terbit fajar. Shalat tahajud juga merupakan salah satu shalat sunnah yang sangat dianjurkan karena dapat mendatangkan banyak kebaikan,” terang Dillah, panggilan akrabnya.
Kegiatan ini dimulai pada hari Jumat pukul 14.30 WIB dan berakhir pada Sabtu pukul 05.30 WIB. Rangkaian kegiatan diawali dengan shalat Ashar berjamaah, dilanjutkan dengan pembekalan materi, shalat Maghrib berjamaah, makan malam, shalat Isya, mengaji bersama, kajian tadabur ayat, istirahat, shalat tahajud berjamaah, dzikir, dan ditutup dengan shalat Shubuh berjamaah.
Setelah itu, para siswa membersihkan diri, merapikan barang dan kelas, kemudian pulang dijemput oleh orang tua masing-masing.
Guru kelas 4 yang juga merupakan ketua pelaksana kegiatan tahajud berjamaah kali ini, Tri Setyaningsih, menjelaskan bahwa kegiatan NURMATA merupakan program rutin SD Sakri yang bertujuan membentuk karakter siswa yang religius.
“Ini adalah agenda rutin sekolah yang ditujukan untuk seluruh siswa kelas 4, 5, dan 6, dengan jadwal yang telah diatur secara bergiliran. Kegiatan shalat tahajud ini bertujuan memberikan pembelajaran sekaligus pembiasaan kepada anak-anak, sehingga harapannya ke depan mereka dapat istiqamah melaksanakan shalat tahajud dan tumbuh menjadi pribadi yang religius,” tuturnya penuh harap.
Bu Tri, sapaan akrabnya, menambahkan bahwa melalui shalat tahajud ini, siswa diharapkan mampu mengaplikasikan makna-makna shalat dalam kehidupan sehari-hari sehingga memiliki moral yang baik.
“Dengan shalat tahajud, secara tidak langsung akan terbentuk akhlak yang lebih baik. Lebih dari itu, hal ini juga dapat menyejukkan hati orang tua dan kelak menjadi jalan bagi terangkatnya derajat mereka,” pungkasnya. (*)






0 Tanggapan
Empty Comments