Kerinduan anak-anak peserta One Week English Holiday (OWEH#11) SD Muhammadiyah Manyar (SDMM) kepada orang tua dan keluarga mereka menemukan penawarnya. Melalui program khusus bernama Dering Telepon, sekolah memberikan ruang bagi para siswa untuk melepas penat sekaligus berbagi cerita selama mengikuti kamp bahasa Inggris tersebut.
Kegiatan ini merupakan fasilitas komunikasi yang disediakan oleh panitia OWEH#11 untuk menjembatani interaksi antara murid dan orang tua. Di tengah jadwal belajar bahasa Inggris yang padat, sesi ini menjadi oase yang paling dinanti oleh seluruh peserta.
Sesi menelepon ini dilaksanakan setiap hari selama masa kegiatan. Waktunya dimulai tepat setelah makan siang, yakni pada jam istirahat pukul 13.00 hingga 15.30 WIB. Kegiatan ini dilakukan di area asrama masing-masing murid agar suasana lebih kondusif.
Proses komunikasi ini didampingi langsung oleh para pendamping asrama. Murid laki-laki didampingi oleh para ustadz. Sedangkan murid perempuan: Didampingi oleh para ustadzah.
Para guru bertugas memastikan setiap anak mendapatkan giliran dan membantu teknis penyambungan telepon kepada wali murid di rumah.
Dering Telepon
Beragam ekspresi terekam jelas saat gawai berpindah ke tangan anak-anak. Ruangan asrama seketika riuh dengan tawa dan canda. Banyak siswa yang antusias menceritakan pengalaman seru mereka belajar bahasa Inggris. Tak sedikit pula siswa yang meneteskan air mata karena tak kuat menahan rindu setelah beberapa hari berpisah dengan keluarga.
“Senang sekali tadi sudah video call group sama umi, abi, adik, ada uti sama sepupu-sepupu juga,” ujar Rahmah panggilan akrab dari Muthiatur Rahmah Putri Ighfar, peserta OWEH#11 dari kelas 6.
Para siswa diberikan kebebasan untuk memilih metode komunikasi, mulai dari voice call biasa hingga video call bagi mereka yang ingin melihat wajah ayah dan bunda secara langsung.
Dering Telepon bukan sekadar rutinitas formalitas. Bagi anak-anak, ini adalah dukungan emosional agar mereka tetap semangat menyelesaikan program hingga akhir. Bagi orang tua, momen ini adalah waktu untuk memastikan buah hati mereka dalam keadaan sehat dan bahagia di lokasi kegiatan.
“Momen ini selalu menjadi yang paling dinanti. Melihat senyum mereka setelah mendengar suara orang tua
memberikan energi baru bagi anak-anak untuk lanjut belajar besok pagi,” ujar Ahmad Nazarudin, salah satu guru pendamping kegiatan OWEH#11. (*)






0 Tanggapan
Empty Comments