
PWMU.CO – Sekolah Riset SD Muhammadiyah 1 (Mutu) Paiton kembali mengadakan agenda Open Class di bawah arahan Dosen Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), yakni Fuad Jaya Miharja MPd, Dwi Setyawan MPd, dan Zukhrufurrohmah MPd pada Selasa (20/5/2025).
Ini merupakan kali kedua SD Mutu Paiton menggelar kegiatan Open Class. Kali ini, Najmatul Fitriah yang mengajar di kelas 2 Jepang B dan Samsul Huda yang mengajar di kelas 1 Indonesia B berkesempatan menjadi guru model.
Open Class merupakan kegiatan pembelajaran terbuka yang dapat diamati oleh pihak lain. Kegiatan ini dipersiapkan sedemikian rupa guna meningkatkan kualitas pembelajaran, dan menciptakan sistem belajar mengajar yang optimal untuk siswa.
Dengan menerapkan langkah-langkah lesson study, mulai dari membuat modul, mendesain perangkat pembelajaran, hingga melaksanakan proses pembelajaran dengan didampingi guru lain yang ditugaskan menjadi observer. Observer inilah yang bertugas untuk mengamati bagaimana jalannya proses pembelajaran.

Setiap siswa memiliki kemampuan dan karakter yang berbeda. Tentunya, dengan keunikan dan cara belajarnya masing-masing. Dwi Setyawan MPd menyampaikan, “Semua siswa belajar serentak, materi yang sama, menuju jawaban yang sama, dan di tempat yang sama. Namun, dengan caranya masing-masing,” tuturnya.
Beliau menjelaskan bahwa perbedaan cara belajar siswa membutuhkan teknik pengajaran yang berbeda pula. Dalam Open Class, observer akan mengamati secara detail.
Fokus pengamatan terpusat pada perilaku siswa dalam pembelajaran. Hampir setiap kejadian terekam dalam video, foto, atau catatan lembar pengamatan.
Dengan bantuan observer pada kegiatan Open Class ini, dapat membantu guru untuk mengatasi keterbatasan pengamatan ketika di kelas, sehingga dapat menciptakan pembelajaran yang tepat untuk masing-masing siswa.
Setelah kegiatan belajar mengajar di kelas, dilakukan tahap refleksi oleh guru model dan guru observer, didampingi oleh dosen UMM yang turut memberikan arahan dan masukan.
Berbekal dokumentasi selama Open Class, dilakukanlah evaluasi pada implementasi pembelajaran yang sudah berlangsung. Melalui tahapan ini, dapat ditemukan hal-hal menarik selama pembelajaran, baik berasal dari siswa maupun guru yang nantinya dapat digunakan untuk merancang pembelajaran yang lebih tepat untuk siswa.
“Penguatan kompetensi guru intinya ada di dalam kelas sehingga kegiatan ini sangat penting dalam memberikan warna dan dampak terhadap kemajuan siswa-siswi,” ungkap Fuad Jaya Miharja MPd selagi memberikan evaluasi.
Open Class menjadi pengalaman dan pelajaran berharga bagi guru SD Mutu Paiton. Melalui bimbingan, saran, umpan balik, serta analisis yang diperoleh selama kegiatan akan membantu menciptakan pembaharuan kegiatan pembelajaran di sekolah agar lebih berwarna.
Dengan pembelajaran lebih berkualitas dan variatif, maka hasil belajar peserta didik dan capaian pembelajaran akan terpenuhi.(*)
Penulis Dwi Riris Indriyani Editor Zahrah Khairani Karim






0 Tanggapan
Empty Comments