Hari pertama pelaksanaan Penilaian Akhir Semester (PAS) Ganjil di MTs dan MA Muhammadiyah 2 Kota Malang berlangsung sukses dan tertib. Kegiatan yang dimulai pada Senin pagi ini menjadi momentum evaluasi penting setelah satu semester penuh proses pembelajaran.
Suasana semangat terlihat sejak awal, terutama karena pelaksanaan PAS didahului dengan sesi penguatan motivasi langsung dari dua pimpinan lembaga: Kepala MTs Muhammadiyah 2, Sawaludin Usman, dan Kepala MA Muhammadiyah 2, Muhammad Budiaji.
Sejak pukul 06.45 WIB, para siswa sudah memenuhi halaman madrasah untuk mengikuti apel pembukaan PAS. Para guru, panitia, serta tenaga kependidikan juga terlihat sigap memastikan seluruh aspek teknis — mulai dari kesiapan ruang, perangkat administrasi, hingga distribusi soal — berjalan dengan baik.
Pembukaan PAS melalui sholat dhuha berjamaah ini telah menjadi tradisi penting yang menandai dimulainya rangkaian evaluasi akademik setiap semester.
Ujian sebagai Latihan Kejujuran
Kepala MTs Muhammadiyah 2, Sawaludin Usman, menyampaikan pesan tegas namun inspiratif kepada seluruh peserta didik. Ia menekankan bahwa PAS bukan sekadar agenda formal, melainkan sarana untuk melatih kejujuran dan tanggung jawab.
“Yang diuji bukan hanya kemampuan akademik kalian, tapi juga karakter kalian. Kejujuran itu harga mati. Nilai bisa dikejar, tapi karakter harus dibangun hari ini,” ujarnya penuh penekanan.
Ia meminta para siswa mengerjakan soal dengan jujur, disiplin, dan tetap menjaga ketenangan selama ujian berlangsung. Selain itu, ia juga mengingatkan pentingnya menjaga kesehatan serta persiapan mental selama pekan PAS.
Generasi Siap Bersaing
Setelah sesi dari MTs, giliran Kepala MA Muhammadiyah 2, Muhammad Budiaji, memberikan penguatan kepada siswa MA. Dalam arahannya, ia mengingatkan pentingnya fokus, kedisiplinan, dan kesiapan mental sebagai kunci menghadapi PAS.
“Kalian sedang mempersiapkan diri menjadi generasi yang mampu bersaing di masa depan. Kerjakan ujian ini dengan sungguh-sungguh. Fokus, disiplin, dan jangan lupa iringi dengan doa,” pesannya.
Ia menambahkan bahwa pelaksanaan PAS merupakan bagian dari proses panjang pembentukan generasi berakhlak mulia dan unggul dalam prestasi akademik.
Usai apel dan pengarahan, seluruh siswa diarahkan menuju ruang ujian masing-masing. Pengawas telah berada di kelas lebih awal untuk memastikan segala kebutuhan siap digunakan: daftar hadir, tata tertib, lembar jawaban, serta instruksi teknis lainnya.
Setiap ruang ujian berjalan kondusif. Para siswa terlihat serius mengerjakan soal tanpa gangguan. Pada hari pertama ini, mata pelajaran yang diujikan meliputi mapel dasar dan mapel rumpun agama, menyesuaikan jenjang MTs dan MA.
Beberapa siswa mengaku merasa lebih termotivasi setelah menerima arahan dari kedua pimpinan lembaga.
“Ucapannya bikin lebih tenang dan ingat buat jujur. Jadi meski tegang, tetap fokus,” ujar salah satu siswa MTs.
Di sisi lain, panitia PAS juga telah menyiapkan skema cadangan jika sewaktu-waktu diperlukan, seperti penggantian ruang atau soal, demi memastikan pelaksanaan ujian tetap berjalan lancar.
Disiplin Waktu
Secara keseluruhan, pelaksanaan PAS Ganjil di hari pertama ini menunjukkan kesiapan madrasah dalam mengatur mekanisme ujian dengan rapi. Mulai dari sistem absensi, ketepatan waktu, hingga penanganan hal teknis berjalan mulus. Tidak ditemukan kendala berarti yang mengganggu jalannya ujian.
Guru-guru yang bertugas sebagai pengawas terlihat menjalankan perannya dengan penuh kedisiplinan. Mereka memastikan suasana tetap kondusif, memandu teknis pengerjaan soal, serta menjaga kenyamanan siswa selama ujian berlangsung.
Dengan suksesnya hari pertama PAS Ganjil ini, baik MTs maupun MA Muhammadiyah 2 Kota Malang berharap pelaksanaan pada hari-hari berikutnya dapat berjalan dengan semangat dan kedisiplinan yang sama. Pihak madrasah menekankan bahwa PAS bukan hanya soal capaian akademik, tetapi juga proses membentuk karakter dan budaya belajar yang baik.
“Kami berharap PAS ini berjalan lancar sampai akhir. Semoga seluruh siswa bisa mengerjakan dengan jujur, disiplin, dan penuh tanggung jawab,” tutup Sawaludin Usman.
Madrasah yakin bahwa melalui PAS Ganjil ini, siswa dapat mengukur kemampuan mereka, memetakan kelemahan dan kekuatan, sekaligus meneguhkan komitmen terhadap nilai-nilai integritas yang selalu dikedepankan dalam pendidikan Muhammadiyah. (*)






0 Tanggapan
Empty Comments