Pimpinan Cabang Nasyiatul Aisyiyah (PCNA) Laren menggelar kegiatan triwulan berupa Pelatihan Pelayanan Remaja Sehat Milik Nasyiatul Aisyiyah (PASHMINA) di Ranting Centini, Ahad (11/1/2026).
Kegiatan ini menghadirkan pemateri Shinta Khoiruniswati, Eri Fitriyah, dan Tim PASHMINA Pimpinan Daerah Nasyiatul Aisyiyah (PDNA) Lamongan. Pelatihan difokuskan pada penguatan kapasitas kader dalam pelayanan kesehatan remaja yang terintegrasi dengan nilai-nilai keislaman.
Acara diawali dengan pembukaan dan sambutan dari Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Centini. Dalam sambutannya disampaikan bahwa pelatihan PASHMINA tidak hanya untuk dipahami secara teori, tetapi juga harus diperhatikan dengan sungguh-sungguh dan dipraktikkan di lapangan. Pelayanan remaja sehat dinilai sangat penting sebagai bentuk ikhtiar menjaga kualitas generasi.
Sebagai tuan rumah, Ketua Pimpinan Ranting Nasyiatul Aisyiyah (PRNA) Centini, Fatkhur Rohmi, menyampaikan terima kasih atas kehadiran seluruh kader serta permohonan maaf apabila terdapat kekurangan selama pelaksanaan kegiatan.
Ketua PCNA Laren, Tirta Septiana, menjelaskan bahwa Cabang Laren memiliki 21 PRNA yang tersebar dari wilayah perbatasan Tuban hingga Gresik. Melalui Pelatihan PASHMINA ini, diharapkan lahir kader-kader Nasyiatul Aisyiyah yang terlatih dan siap melaksanakan pelayanan remaja sehat di ranting masing-masing.
Dari PDNA Lamongan, Wakil Ketua yang membidangi Departemen Kesehatan, Isni Lailatul Maghfiroh, menegaskan pentingnya perhatian terhadap remaja. Ia mengutip Surah an-Nisa ayat 9 tentang larangan meninggalkan generasi yang lemah. Menurutnya, remaja adalah calon ibu sehingga perlu dipantau dan diberi edukasi yang tepat agar tumbuh menjadi generasi yang kuat secara jasmani dan rohani.
Ia juga menyampaikan bahwa dalam PASHMINA peserta mendapatkan fasilitas pemeriksaan tanda anemia. Deteksi dini ini diharapkan dapat membantu remaja agar kelak memasuki fase pernikahan dan kehamilan dalam kondisi sehat serta terbebas dari anemia.
Sementara itu, perwakilan Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Laren memberikan apresiasi kepada PCNA Laren atas terselenggaranya kegiatan ini. Ia memotivasi para kader agar setelah pelatihan tidak berhenti pada tataran teori, tetapi segera bergerak dan beraksi menjadi subjek edukasi serta konseling kesehatan remaja.
Ia mencontohkan pengalaman ketika petugas puskesmas memberikan edukasi kesehatan reproduksi di sekolah. Menurutnya, akan menjadi lebih indah jika peran tersebut dilakukan oleh kader Nasyiatul Aisyiyah karena dapat disertai perspektif Islam serta sentuhan nilai-nilai Al-Quran.
Pelatihan PASHMINA ini diharapkan menjadi langkah strategis Nasyiatul Aisyiyah dalam memperkuat peran kader di bidang kesehatan remaja sekaligus menyiapkan generasi yang sehat dan berkemajuan.


0 Tanggapan
Empty Comments