Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Pawai Kemerdekaan Sekolah Kreatif SD Muhammadiyah 16 Penuh Keunikan

Iklan Landscape Smamda
Pawai Kemerdekaan Sekolah Kreatif SD Muhammadiyah 16 Penuh Keunikan
Para siswa saat mengikuti pawai kemerdekaan Sekolah Kreatif SDM 16 Surabaya. (Riska Oktaviana/PWMU.CO)
pwmu.co -

Sekolah Kreatif SD Muhammadiyah 16 Baratajaya Surabaya menyemarakkan peringatan HUT ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia dengan menggelar pawai kemerdekaan, Jumat (15/8/2025).

Bertajuk Anak Kreatif Penuh Semangat, kegiatan ini diikuti ratusan siswa kelas I hingga VI yang mengenakan kostum ala pejuang, pakaian adat, serta nuansa merah putih.

Pawai berlangsung meriah dengan beragam keunikan. Di antaranya pawai kreativitas siswa di lingkungan Baratajaya, cosplay pahlawan nasional, serta formasi pot bunga merah putih membentuk tulisan “Merdeka” di halaman sekolah yang berlokasi di Jalan Baratajaya I No. 11 Surabaya.

Keunikan lain hadir melalui tumpeng polo pendem berbahan pangan tradisional seperti jagung, ubi, singkong, dan ketela. Tumpeng ini menjadi maskot pawai dan dibuat oleh siswa kelas VI yang bertugas sebagai panitia kegiatan.

Sebelum pawai dimulai, seluruh siswa berkumpul di halaman sekolah. Mereka tampak ceria mengenakan kostum merah putih dan aksesoris pendukung. Kegiatan diawali doa bersama dan menyanyikan lagu Hari Merdeka yang dipandu Ustadz Eko Wahyudi SPd. Setelah itu, siswa berjalan bergantian sesuai kelas masing-masing mengelilingi kawasan sekitar sekolah sambil membawa poster bertema kemerdekaan.

Seusai pawai, para siswa berkumpul di depan panggung berhias tumpeng polo pendem. Acara dilanjutkan dengan penampilan siswa, pengumuman pemenang lomba, dan pengundian doorprize untuk seluruh warga sekolah. Di sela acara, siswa menikmati tumpeng polo pendem secara bergantian.

Kepala Sekolah Kreatif SD Muhammadiyah 16 Baratajaya, Suyono SSi, menyampaikan bahwa pawai kemerdekaan merupakan agenda tahunan sekolah. “Kegiatan ini untuk memeriahkan HUT Kemerdekaan Republik Indonesia sebagai bentuk rasa syukur,” ujarnya.

Iklan Landscape UM SURABAYA

Ia menambahkan, perayaan ini sarat pesan moral. “Dulu para pejuang bertahan hidup dengan polo pendem di tengah keterbatasan logistik. Itu menunjukkan semangat juang dan pantang menyerah,” tegasnya.

Nilai tersebut, lanjutnya, harus diteladani anak-anak. “Agar mereka gigih meraih cita-cita dan mengisi kemerdekaan dengan kegiatan positif,” ujarnya.

Ustadz Yono berharap kegiatan ini mendorong siswa semakin giat belajar. “Sehingga mereka bisa meraih cita-cita dan menjadi generasi penerus bangsa yang berkualitas serta berkarakter,” tuturnya.

Yelena Caroline Maritza, siswa kelas VI, mengaku senang bisa ikut memeriahkan kegiatan ini. “Pawainya seru dan unik. Kelas VI dilibatkan jadi panitia kegiatan. Selain pawai, kami juga membuat dan menghias tumpeng polo pendem setinggi 1,5 meter dari jagung, ketela, ubi, dan singkong,” ungkapnya. (*)

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu