Pimpinan Cabang Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (PC IMM) Lamongan melalui Bidang Tabligh dan Kajian Keislaman menggelar Kajian Ramadan ke-2 pada Kamis (5/3/2026) sore di Masjid Uswatun Hasanah IMM Lamongan.
Kegiatan ini menghadirkan Sekretaris Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Lamongan, Dr. Piet Hizbullah Khaidir, MA, yang menyampaikan materi bertema “Menjaga Kesempurnaan Puasa Kita.”
Kajian tersebut dihadiri oleh jajaran Pimpinan Cabang IMM Lamongan serta para pimpinan komisariat se-Cabang Lamongan. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat pemahaman keislaman sekaligus meningkatkan kualitas ibadah mahasiswa selama bulan Ramadan.
Dalam pemaparannya, Piet Hizbullah Khaidir menegaskan bahwa salah satu amalan penting untuk menjaga kesempurnaan puasa adalah memperbanyak doa. Menurutnya, doa orang yang berpuasa memiliki peluang besar untuk dikabulkan oleh Allah SWT, terutama pada waktu-waktu tertentu.
Ia menjelaskan bahwa salah satu waktu mustajab untuk berdoa adalah saat berbuka puasa. Pada momen tersebut, umat Islam dianjurkan tidak hanya fokus pada makanan, tetapi juga memperbanyak doa, istighfar, dan shalawat.
“Ketika berbuka puasa, jangan hanya ingat makanan. Gunakan waktu itu untuk memperbanyak doa, membaca istighfar, dan shalawat, karena saat itulah doa orang yang berpuasa sangat dekat untuk dikabulkan,” ujarnya.
Selain saat berbuka, ustadz Piet juga menyebutkan waktu mustajab lainnya, seperti beberapa menit menjelang berbuka dan pada waktu sahur, khususnya ketika melaksanakan salat tahajud. Pada waktu tersebut, umat Islam dianjurkan untuk berdoa dengan penuh kejujuran dan keyakinan kepada Allah SWT.
Ia juga menekankan pentingnya memanfaatkan Ramadan untuk memperbanyak zikir dan membaca Al-Qur’an. Menurutnya, zikir yang utama di antaranya adalah istighfar, tahlil, dan shalawat kepada Nabi Muhammad SAW.
“Ramadan bukan alasan untuk bermalas-malasan atau hanya memperbanyak tidur. Justru bulan ini adalah momentum untuk meningkatkan ibadah, memperbanyak doa, zikir, dan membaca Al-Qur’an,” tegasnya.
Lebih lanjut, Piet menjelaskan bahwa membaca Al-Qur’an dapat dilakukan dalam beberapa bentuk, seperti qira’ah (membaca), tilawah (membaca sekaligus memahami maknanya), dan tartil (membaca dengan perlahan dan penuh penghayatan).
Melalui kajian tersebut, ia berharap para kader IMM dapat memanfaatkan Ramadan sebagai momentum untuk memperkuat keimanan, meningkatkan kualitas ibadah, serta menjaga kesempurnaan puasa dengan amalan-amalan yang dianjurkan dalam Islam. (*)






0 Tanggapan
Empty Comments