Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

PC IPM Balen Ajak Kader Bijak Bermedsos Lewat Kajian Mata Pena Episode 2

Iklan Landscape Smamda
PC IPM Balen Ajak Kader Bijak Bermedsos Lewat Kajian Mata Pena Episode 2
Foto kajian Mata Pena episode 2. (Istimewa/PWMU.CO)
pwmu.co -

Semangat kader Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) di Kecamatan Balen terbukti tak tergoyahkan. Meski langit mendung dan diguyur hujan deras yang cukup awet, Pimpinan Cabang (PC) IPM Balen sukses menyelenggarakan Kajian Mata Pena (Katana) Episode 2 yang dirangkai dengan Buka Bersama Ranting (BukBeR) pada Ahad (15/3/2026).

Mengusung tema yang sangat relevan dengan Gen-Z, yakni “Gadget sebagai Media Muhasabah Diri di Bulan Ramadan”, acara ini dimulai tepat pukul 16.30 WIB.

Sebanyak 40 kader lintas jenjang hadir memadati lokasi, mulai dari tingkatan IPM Kids yang penuh antusias hingga perwakilan pimpinan ranting se-Cabang Balen.

Suasana berlangsung khidmat, hangat, dan sarat akan nilai persaudaraan khas pelajar Muhammadiyah.

​Ketua Umum PC IPM Balen, Anggun Eka Aulia, dalam sambutannya memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada para peserta.

Baginya, kehadiran para kader di tengah cuaca ekstrem bukan sekadar menggugurkan kewajiban organisasi, melainkan bukti loyalitas dan militansi yang luar biasa terhadap dakwah pelajar.

​”Saya sangat terharu dan mengapresiasi kalian semua. Meskipun hujan deras mengguyur sejak siang, kalian tetap memilih untuk hadir di sini. Semoga api semangat ini tidak akan pernah padam dan terus membara dalam setiap langkah perjuangan kita,” ujar Anggun dengan nada bangga dalam sambutannya.

​Memasuki sesi inti, M. Adam Firmansyah selaku pemateri pertama membedah sisi psikologis penggunaan teknologi.

Ia mengajak para kader untuk berani mengubah kebiasaan buruk dan menekankan pentingnya memperbaiki “algoritma pelajar”.

Iklan RSI Siti Aisyah Madiun

Menurutnya, kader IPM harus menjadi pribadi yang peka terhadap realitas sosial, bukan sekadar konsumen konten yang pasif.

​”Kita harus sering-sering membaca isu-isu di sekitar kita, jangan hanya terjebak dalam siklus scrolling tanpa arah atau sekadar main game. Kita harus punya kontrol diri (self-control) dan etika bermedia sosial yang baik agar identitas kita sebagai pelajar berakhlak tetap terjaga,” tegas Adam.

​Senada dengan hal tersebut, Abdul Rozak Khoirudin selaku pemateri kedua memaparkan bagaimana gadget seharusnya menjadi alat pendukung spiritualitas, terutama di bulan suci Ramadan.

Ia mengingatkan bahwa teknologi adalah sarana (wasilah), bukan tujuan yang justru melalaikan kewajiban utama sebagai hamba Allah.

​”Gadget ibarat pisau bermata dua. Sisi positifnya, ia mempermudah kita beribadah, seperti membayar zakat via aplikasi, menyimak kajian online, hingga mengakses al-Quran digital kapan saja. Namun, jika tidak waspada, dampak negatifnya bisa membuat kita lalai. Maka, muhasabah digital menjadi wajib bagi kita semua,” jelas Rozak.

​Acara Katana Episode 2 ini ditutup dengan sesi diskusi interaktif, foto bersama, dan puncaknya adalah buka puasa bersama yang sederhana namun penuh makna.

Melalui kajian ini, diharapkan kader IPM Balen mampu menjadikan perangkat digital di genggaman mereka sebagai sarana untuk memperbaiki diri dan menyebarkan kebermanfaatan bagi masyarakat luas di sisa bulan Ramadan ini.(*)

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu
Logo Depan Satriadev
Logo Belakang Satriadev
⚡ 1 Dekade ⚡