Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah (PCIM) Libya mengadakan pertemuan dengan Majelis Tabligh Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah di Tabligh Institute, Yogyakarta, Rabu (1/10/2025). Pertemuan yang berlangsung selama sekitar satu jam ini bertujuan memperkuat sinergi dakwah serta mempererat kerja sama dalam bidang pendidikan dan pembinaan kader di luar negeri.
Hadir dalam pertemuan tersebut Bendahara Umum PCIM Libya, Fadhil Novel Abdullah; Ketua Majelis Tabligh PP Muhammadiyah, Fathurrahman Kamal, Lc., M.S.I.; serta beberapa pengurus Majelis Tabligh PP Muhammadiyah lainnya.
Dalam kesempatan itu, kedua pihak membahas perkembangan para kader Muhammadiyah di Libya, termasuk peserta Program Inkubasi Kader Muballigh-Ulama Muhammadiyah yang saat ini berjumlah sekitar 38 orang. Mereka tengah menempuh pendidikan di Kulliyah Dakwah Islamiyah dan Al-Asmariya Islamic University.
Selain itu, turut dibahas rencana keberangkatan kader baru untuk Program Inkubasi Tahun Akademik 2025/2026 sebagai bagian dari upaya regenerasi dan penguatan kader ulama Muhammadiyah di tingkat internasional.

Perwakilan PCIM Libya menegaskan pentingnya sinergi antara PCIM dengan majelis-majelis di Pimpinan Pusat Muhammadiyah.
“Sinergitas antara PCIM Libya dengan majelis-majelis Pimpinan Pusat Muhammadiyah sangat penting, karena dari sanalah kita dapat memetakan dan mempelajari apa yang sekiranya ke depan sangat dibutuhkan oleh umat,” ujar Fadhil Novel Abdullah.
Sementara itu, Ketua Majelis Tabligh PP Muhammadiyah, Fathurrahman Kamal, berpesan agar para kader di Libya memanfaatkan kesempatan belajar di luar negeri dengan sebaik-baiknya.
“Ambillah ilmu sebanyak-banyaknya dari para ahlinya langsung. Ketika nanti sudah waktunya kembali ke Indonesia, kita harus siap memberikan yang terbaik bagi umat, bangsa, dan negara,” ungkapnya.
Pertemuan ini diakhiri dengan komitmen bersama untuk memperkuat koordinasi dan memperluas kerja sama dakwah di tingkat global. Melalui langkah sinergis ini, PCIM Libya dan Majelis Tabligh PP Muhammadiyah berharap dapat terus berkontribusi dalam pengembangan keilmuan Islam serta pembinaan kader muballigh yang berwawasan luas dan berjiwa pengabdian. (*)






0 Tanggapan
Empty Comments