Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Kenjeran, Surabaya, membebaskan dua lahan strategis sebagai langkah konkret menyukseskan Grand Design Pendidikan Terintegrasi, seiring meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap lembaga pendidikan Muhammadiyah-Aisyiyah di wilayah Kenjeran.
Kepercayaan tersebut tercermin dari perkembangan pesat lembaga pendidikan Muhammadiyah-Aisyiyah yang ditandai dengan terpenuhinya daya tampung peserta didik di berbagai jenjang pendidikan.
Ketua PCM Kenjeran, Ali Fauzi, menyampaikan bahwa lembaga pendidikan di bawah naungan PCM Kenjeran, mulai dari Kelompok Bermain (KB), TK Aisyiyah, MI Muhammadiyah 25, hingga SMP Muhammadiyah 15, menunjukkan tren yang sangat positif dalam penerimaan peserta didik baru.
“Pada Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Pelajaran 2026/2027, sekolah telah menutup pendaftaran lebih awal karena kuota telah terpenuhi,” ujarnya pada Kamis (15/1/2026).
Ia juga menjelaskan bahwa beberapa lembaga yang telah memenuhi pagu di antaranya TK Aisyiyah 55 yang berlokasi di Jalan Bulak Banteng Wetan XIV Nomor 1-3 serta MI Muhammadiyah 25 yang berada di Jalan Sidotopo Wetan I Dalam Nomor 18.
“Hal serupa juga terjadi di SMP Muhammadiyah 15 yang beralamat di Jalan Platuk Nomor 104, di mana program SPMB melalui jalur inden telah terpenuhi,” sambungnya.
Sementara itu, lanjutnya, KB Aisyiyah 27, 48, dan 30 serta TK Aisyiyah 05 dan 48 juga telah mendekati batas pagu penerimaan peserta didik.
Seiring dengan meningkatnya kepercayaan masyarakat serta kebutuhan pengembangan sarana dan prasarana pendidikan, PCM Kenjeran mengambil langkah strategis dengan melakukan pembebasan tanah dan bangunan di dua lokasi.
Langkah ini merupakan bagian penting dari penguatan Grand Design Pendidikan Terintegrasi yang berkelanjutan.
Lokasi pertama berada di Jalan Sidotopo Wetan II Nomor 21 dengan luas lahan 105 meter persegi. Lahan tersebut dibebaskan dengan nilai Rp1 miliar dan direncanakan untuk pengembangan MI Muhammadiyah 25 guna menunjang proses pembelajaran yang lebih representatif, nyaman, dan berkualitas.
Sementara itu, lokasi kedua terletak di Jalan Platuk Baru III dengan luas sekitar 100 meter persegi yang dibebaskan dengan nilai Rp750 juta. Lahan ini akan dimanfaatkan untuk perluasan Masjid Al-Ma’arif sekaligus mendukung pengembangan asrama boarding school SMP Muhammadiyah 15.
Pembebasan dua lahan ini diharapkan menjadi tonggak penting dalam memperkuat ekosistem pendidikan Muhammadiyah di Kenjeran.
Selain itu, langkah ini juga menjadi jawaban atas kebutuhan masyarakat akan layanan pendidikan yang unggul, terpadu, dan berlandaskan nilai-nilai Islam.
PCM Kenjeran optimistis, dengan dukungan seluruh elemen persyarikatan dan masyarakat, visi besar Pendidikan Terintegrasi dapat terwujud secara nyata dan berkelanjutan. (*)






0 Tanggapan
Empty Comments