Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Kepanjen kembali menyelenggarakan pengajian dalam rangka menyambut Milad ke-113 Muhammadiyah, Ahad (2/11/2025). Pengajian ini dihadiri oleh seluruh unsur persyarikatan serta amal usaha Muhammadiyah dan Aisyiyah se-Kepanjen.
Meskipun kegiatan digelar di Masjid Al-Arsy Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Talangagung yang masih dalam proses pembangunan, antusiasme peserta tetap tinggi. Tempat pengajian yang semula direncanakan di lantai dua akhirnya dipindahkan ke halaman dan area basement masjid karena hujan lebat sehari sebelumnya menyebabkan genangan air dan tenda tidak dapat menahan beban air tersebut.
Dalam sambutannya, Ketua PRM Talangagung Hani Wijianto, SH, menyampaikan perkembangan pembangunan Masjid Al-Arsy sekaligus mengajak jamaah untuk berinfak agar proses pembangunan segera rampung. “Rencana anggaran pembangunan masjid ini membutuhkan biaya sekitar dua miliar rupiah dengan dua lantai,” jelasnya.
Sementara itu, Ketua PCM Kepanjen Ustaz As’ad Joko Suryanto, S.HI., mengingatkan warga Muhammadiyah agar senantiasa menguatkan ruh keikhlasan dan ruh jihad dalam ber-Muhammadiyah. “Peran sekecil apa pun di Muhammadiyah itu semuanya penting,” tegasnya.
Pada pengajian Milad ke-113 ini, PCM Kepanjen menghadirkan Ustaz Afifun Nidlam, S.Ag., M.Pd., M.H., Wakil Sekretaris Majelis Tabligh PWM Jawa Timur sekaligus Ketua Korps Muballigh Muhammadiyah Jawa Timur.
Dalam tausiyahnya, ia mengingatkan bahwa nilai-nilai iman dan Islam tidak boleh berhenti pada kesalehan spiritual-individual, tetapi juga harus berimbas pada kesalehan sosial, dengan berperan aktif dalam kehidupan keumatan dan peradaban.
Mengaitkan dengan tema Milad ke-113, “Menghadirkan Kesejahteraan untuk Bangsa,” Ustaz Nidlam menyampaikan empat pilar yang perlu diperkuat agar Muhammadiyah dapat mewujudkan tujuan tersebut. Pertama, pilar akhlak, yakni akhlakul karimah sebagai pondasi etik membangun kualitas umat dan bangsa.
Kedua, pilar ekonomi, dengan mendorong setiap masjid memiliki koperasi untuk pemberdayaan ekonomi umat sebagaimana hasil Rakernas Majelis Tabligh di Batu.
Ketiga, pilar politik, di mana warga Muhammadiyah diimbau berperan dalam menciptakan sistem politik yang baik. Keempat, pilar ilmu pengetahuan dan teknologi, karena Muhammadiyah berkomitmen menjadikan iptek sebagai basis gerakan Islam Berkemajuan dan rahmatan lil ‘alamin.
“Muhammadiyah merupakan satu-satunya organisasi yang mendapat izin untuk mengembangkan rudal balistik untuk memberikan kontribusi nyata kepada bangsa Indonesia,” terangnya.
Selain pengajian, kegiatan ini juga diisi dengan pelantikan Kwartir Cabang (Kwarcab) Hizbul Wathan Kepanjen yang menjadi kwarcab pertama di Kabupaten Malang, pembagian paket sembako untuk warga sekitar, serta penyerahan bantuan CSR dari Bank Syariah Indonesia (BSI) kepada takmir Masjid Nurul Hidayah.
Seperti pada pengajian PCM sebelumnya, kegiatan ini turut mendapat dukungan pengamanan dari KOKAM dan Banser yang kembali bersinergi menjaga kelancaran acara. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments