Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

PCM Wonocolo Tanamkan Jihad Ekonomi lewat Soft Opening Lucky’s Café

Iklan Landscape Smamda
PCM Wonocolo Tanamkan Jihad Ekonomi lewat Soft Opening Lucky’s Café
Suasana Soft Opening Lucky's Cafe, PCM Wonocolo bersama Masyarakat Wonocolo (Huda/PWMU.CO)
pwmu.co -

Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Wonocolo meluncurkan agenda soft opening Lucky’s Café, Ahad (5/10/2025), di Gg. Modin No. 28, Jemur Wonosari, Surabaya.
Kafe yang dikelola oleh Majelis Ekonomi PCM Wonocolo ini menjadi langkah awal gerakan jihad ekonomi Muhammadiyah di tingkat cabang.

Ketua PCM Wonocolo, Mukhlasin, ST. M.Pd., dalam sambutannya menyampaikan pentingnya menumbuhkan semangat wirausaha di kalangan kader Muhammadiyah.

“Bagaimana menumbuhkan sikap mental wirausaha, kemampuan mengambil keputusan, dan berpikir kreatif, itu semua perlu kita latih. Kreativitas dan komunikasi menjadi kunci dalam membangun usaha,” ujarnya.

Mukhlasin meyakini, dalam satu hingga dua tahun ke depan akan muncul generasi baru yang tumbuh melalui komunikasi dan kerja kolaboratif.

“Saya yakin nanti dari Bapak-Ibu yang hadir di sini akan muncul kader yang punya usaha sendiri. Dan itu akan menginspirasi anak-anak muda kita untuk menempuh jalan yang sama,” katanya.

Ia menegaskan, antar pelaku usaha Muhammadiyah bukanlah pesaing, melainkan partner yang saling mengisi dan melengkapi.

“Kita bukan bersaing, tapi saling menguatkan. Sama-sama tumbuh dan memberi manfaat,” tambahnya.

Jihad Ekonomi dan Ruang Dakwah Baru

Mukhlasin menekankan bahwa pembukaan Lucky’s Café bukan sekadar kegiatan bisnis, melainkan bagian dari jihad ekonomi Muhammadiyah di Wonocolo.

“Ini langkah awal Majelis Ekonomi dalam menyiapkan kader-kader muda di bidang entrepreneur. Harapan kami dari sini lahir pengusaha-pengusaha muda, minimal di Wonocolo, bahkan kalau bisa menasional,” ungkapnya.

Menurutnya, PCM Wonocolo tidak hanya berorientasi pada keuntungan semata, tetapi membangun mentalitas wirausaha yang berkarakter.

“Kita tidak berpikir profit-oriented saja sekarang, tapi ingin menanamkan mentalitas wirausaha. Usaha ekonomi ini tetap bagian dari dakwah. Jangan pandang ini hanya bisnis, tetapi lahan dakwah kita,” tegasnya.

Ia juga berharap Lucky’s Café menjadi ruang publik baru yang produktif bagi remaja dan warga sekitar.

“Kalau tempat ini nyaman dan hidup, anak-anak muda akan memilih nongkrong di sini daripada di tempat yang tidak produktif. Mereka bisa diskusi, shalat, dan beraktivitas positif di lingkungan yang baik,” tutupnya.

Kolaborasi dengan Investor

Sementara itu, Ketua Majelis Ekonomi PCM Wonocolo, Ahmad Mukhlis, S.Ag., menjelaskan bahwa pengelolaan Lucky’s Café merupakan hasil kerja sama antara Majelis Ekonomi dan investor.

“Perlu kami sampaikan bahwa Majelis Ekonomi bekerja sama dengan investor dalam pengelolaan kafe ini. Jadi, Lucky’s Café tidak sepenuhnya milik Majelis,” ujarnya.

Iklan Landscape UM SURABAYA

Ia menyebut, lahan tempat berdirinya kafe disewa dari anggota Majelis Ekonomi, Farid dan keluarga, sedangkan pendanaan diperoleh dari Najih Prasetyo, Sekretaris Jenderal PP Pemuda Muhammadiyah.

“Beliau rekan kami sejak aktif di IMM UIN Sunan Ampel Surabaya. Yang penting di sini adalah kepercayaan. Meskipun bukan milik penuh Majelis, investor memberikan kepercayaan penuh kepada kami untuk mengelolanya,” jelas Mukhlis.

Majelis sebagai Pemegang Amanah

Mukhlis menerangkan bahwa posisi Majelis Ekonomi dalam pengelolaan kafe ini adalah sebagai pemilik saham kerja.

“Artinya, selama kami masih bekerja dan berkomitmen menjalankan proyek sesuai perjanjian, maka kafe ini berhak kami kelola,” tuturnya.

Sebagian hasil usaha disepakati untuk dimasukkan ke kas Majelis sebagai dana pengembangan kegiatan ekonomi.

“Ini bagian dari komitmen kami agar hasil usaha juga kembali untuk penguatan program dakwah ekonomi Muhammadiyah,” katanya.

Mukhlis mengungkapkan bahwa sejak awal, Majelis Ekonomi PCM Wonocolo memiliki dua program besar hasil Rapat Kerja, yakni mendirikan unit usaha dan membentuk sekolah entrepreneur.

“Alhamdulillah, hari ini salah satunya mulai terwujud. Ini bukti nyata bahwa program ekonomi Muhammadiyah tidak berhenti di atas kertas,” ujarnya.

Sebelumnya, Majelis Ekonomi sempat mencoba usaha franchise, namun belum berhasil. Pengalaman itu, kata Mukhlis, justru menjadi pelajaran berharga.

“Dari situ kami belajar banyak dan akhirnya dipertemukan dengan investor yang percaya kepada kami. Semua ini adalah takdir dan pertolongan Allah SWT,” ungkapnya.

Mukhlis juga menuturkan bahwa nilai investasi pembangunan Lucky’s Café mencapai lebih dari anggaran pembangunan Panti Asuhan HM. Sudjak yang sempat ia hitung mencapai angka sebesar Rp558 juta. Karena itu, tanggung jawab yang diemban cukup besar.

“Amanah ini berat, maka kalau kami jarang terlihat di kerja bakti bukan karena tidak mau, tapi karena fokus menjaga amanah besar ini,” tutupnya. (*)

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu