Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

PCM Wringinanom Hadirkan Motivator Al-Quran Nasional dalam Pengajian Ahad

Iklan Landscape Smamda
PCM Wringinanom Hadirkan Motivator Al-Quran Nasional dalam Pengajian Ahad
PCM Wringinanom Hadirkan Motivator Al-Quran Nasional dalam Pengajian Ahad Pagi. Foto: Istimewa/PWMU.CO
pwmu.co -

Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Wringinanom, Kabupaten Gresik, kembali menggelar Pengajian Ahad Pagi rutin bulanan dengan menghadirkan pemateri nasional, Ustadz Adhan Sanusi, Lc., M.A., Konsultan Lembaga Al-Quran.

Pengajian dilaksanakan di halaman SD Muhammadiyah 1 Wringinanom (SD Muwri) dan dihadiri hampir 500 jamaah dari berbagai unsur Muhammadiyah serta masyarakat umum.

Sejak pagi hari, jamaah telah berdatangan ke lokasi pengajian. Suasana berlangsung khidmat, tertib, dan penuh antusias, mencerminkan semangat kebersamaan serta kecintaan jamaah terhadap majelis ilmu. Kegiatan ini menjadi salah satu agenda strategis PCM Wringinanom dalam memperkuat pemahaman keislaman dan nilai-nilai persyarikatan di tengah masyarakat.

Dalam tausiyahnya, Ustadz Adhan Sanusi mengawali materi dengan mengangkat slogan khas Muhammadiyah, Ar-Ruju’ ilal Qur’an (kembali kepada Al-Quran). Menurutnya, slogan tersebut bukan sekadar jargon, melainkan prinsip hidup yang harus dipahami dan diamalkan oleh setiap muslim, khususnya warga Muhammadiyah.

“Ketika berbicara tentang Al-Quran, paling tidak ada empat hal penting yang harus kita pahami dan lakukan bersama,” tutur alumni Ma’had Al Ittihad Al Islami Camplong Madura dan LIPIA Jakarta tersebut.

Empat hal tersebut, pertama tilawatan, yakni membaca Al-Quran. Ia menyinggung stigma di sebagian masyarakat bahwa bacaan Al-Quran warga Muhammadiyah kerap dianggap kurang baik. Bahkan, ketika ada seseorang yang bacaannya bagus, sering muncul celetukan, “Benarkah dia orang Muhammadiyah?”

“Ini menjadi pekerjaan rumah kita bersama. Kita harus serius belajar membaca Al-Quran dengan baik dan benar. Belajar Al-Quran tidak mengenal kata terlambat,” tegasnya.

Ia juga mengingatkan hadis Rasulullah SAW bahwa orang yang mahir membaca Al-Quran akan bersama para malaikat yang mulia (safaratil bararah).

Kedua, hifdzan, yaitu menghafal Al-Quran. Selain membaca, umat Islam hendaknya terus berusaha menambah hafalan sepanjang hayat. “Sampai kapan? Sampai akhir hayat,” ujarnya sambil berseloroh. Gurauan tersebut disambut senyum jamaah, namun sarat pesan agar istiqamah dalam kebaikan.

Ketiga, fahman, yaitu memahami isi dan kandungan Al-Quran. Setelah membaca dan menghafal, umat Islam dituntut memahami makna ayat serta mengaitkannya dengan kehidupan sehari-hari. Dalam hal ini, ia menekankan pentingnya penguasaan bahasa Arab sebagai kunci utama memahami Al-Quran.

“Mustahil memahami Al-Quran secara mendalam tanpa menguasai bahasa Arab,” jelasnya.

Ia mencontohkan perbedaan istilah al-walidain dan al-abawain yang sama-sama bermakna orang tua, tetapi memiliki penekanan makna yang berbeda dalam bahasa Arab.

Keempat sekaligus yang paling puncak adalah amalan, yakni mengamalkan Al-Quran dalam kehidupan sehari-hari. Menurutnya, Al-Quran tidak cukup hanya dibaca, dihafal, dan dipahami, tetapi harus tercermin dalam sikap dan perilaku.

“Inilah tujuan utama diturunkannya Al-Quran, yaitu untuk diamalkan,” tegasnya.

Lebih lanjut, ia mengulas doa Rabbana atina fid-dunya hasanah sebagai pembeda antara orang beriman dan orang kafir. Orang beriman tidak hanya meminta dunia, tetapi dunia yang membawa kebaikan dan manfaat bagi sesama.

Menutup tausiyah, Ustadz Adhan mengingatkan pentingnya meningkatkan semangat beramal, khususnya bagi kaum mukmin yang telah memasuki usia 40 tahun ke atas. Ia mengutip Surah Al-Ahqaf ayat 15 sebagai pengingat agar manusia senantiasa bersyukur dan meningkatkan kualitas iman serta amal saleh.

Pengajian Ahad Pagi PCM Wringinanom diharapkan mampu menumbuhkan kembali semangat Ar-Ruju’ ilal Qur’an serta memperkuat komitmen jamaah untuk menjadikan Al-Quran sebagai pedoman hidup dalam setiap aspek kehidupan.

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu