Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

PCNA Laren Safari Ramadan ke Pelangwot

Iklan Landscape Smamda
PCNA Laren Safari Ramadan ke Pelangwot
Tirta Septiana S.Pd (Ketua Umum PCNA Laren) saat menyampaikan Kajian Safari Dakwah di Masjid Darul Falah Pelangwot pada Jum'at 6 Maret 2026 (Foto: Zurista Nur Awwaliyah/PWMU)
pwmu.co -

Semangat dakwah para kader Nasyiatul ‘Aisyiyah (NA) tak goyah oleh kendala teknis.

Meskipun arus listrik padam sejak siang hari, Pimpinan Ranting Nasyiatul ‘Aisyiyah (PRNA) Pelangwot tetap antusias menerima kunjungan.

Kali ini PRNA Pelangwot menerima kunjungan Safari Dakwah Pimpinan Cabang Nasyiatul ‘Aisyiyah (PCNA) Laren di Masjid Darul Falah, Jumat sore (6/03/2026).

Kegiatan yang istiqomah berlangsung setiap Ramadan ini terasa kian spesial karena hadir langsung oleh Ketua Umum PCNA Laren, Ayunda Tirta Septiana, S.Pd.

Safari Dakwah ini menjadi ajang ekspansi syiar Islam sekaligus penguat tali silaturahmi antar-kader di wilayah Laren.

Irma Lutfia Agustini sebagai pemandu acara (MC) mengawali dengan lantunan wahyu Ilahi oleh Zum’atun Kholifah.

Iftihatur Rofiah selaku Ketua PRNA Pelangwot memberikan sambutan hangat.

Selanjutnya dengan nyanyian lagu kebangsaan dipandu dirigen Faristin Nisa, serta pembacaan Komitmen Kader NA oleh Nurmayanti Fajrin.

Sebagai acara inti, Ayunda Tirta Septiana menyampaikan materi bertajuk “Amalan Istimewa di Bulan Ramadan“.

Dalam paparannya, ia mengajak kader muda untuk mengoptimalkan bulan suci dengan amal saleh yang berdampak bagi umat.

Meski dalam kesederhanaan tanpa pengeras suara karena padamnya listrik, pesan dakwah tetap tersampaikan dengan penuh khidmat dan kehangatan.

Tirta mengawali kajian dengan analogi inspiratif: Ramadan adalah fase kepompong (The Chrysalis Stage) dalam perjalanan spiritual.

Sebelum Ramadan, manusia ibarat ulat, dan pasca-Idulfitri menjelma menjadi kupu-kupu yang indah.

Kepompong merupakan riyadhah (pelatihan) sejati. Meski tampak diam, di dalamnya terjadi transformasi besar melalui ibadah puasa.

Setelah 30 hari, “kepompong” itu pecah, melahirkan sosok baru yang kembali ke fitrah.

Manusia yang berhasil adalah mereka yang keluar dengan akhlak mulia, iman tertata, dan kesadaran penuh bahwa sejatinya tujuan hidup hanyalah untuk beribadah kepada Allah SWT.

Memperbanyak Amalan

Selanjutnya, Tirta menyampaikan beberapa amalan istimewa di bulan Ramadan.

Iklan Landscape UM SURABAYA

Ia menekankan bahwa Ramadan bukan sekadar detoksifikasi alami bagi tubuh, melainkan juga bentuk kemurahan Allah bagi umat Islam.

Oleh karena itu, kita patut bersyukur karena masih mendapatkan kesempatan untuk kembali menjumpai bulan suci ini.

Berikut beberapa amalan yang dapat dilakukan selama bulan Ramadan:

  1. Puasa
    Puasa diwajibkan bagi setiap orang yang beriman, sebagaimana termaktub dalam Al-Qur’an Surah Al-Baqarah ayat 183. Bagi orang yang meninggalkan puasa karena alasan syar’i, wajib menggantinya (qadha) di hari lain atau dapat membayar fidyah dengan syarat dan ketentuan tertentu.
  2. Salat Tarawih
    Salat Tarawih hukumnya sunnah. Meskipun demikian, Allah menjanjikan pahala yang besar bagi orang yang melaksanakannya selama bulan Ramadan.
  3. Membaca Al-Qur’an
    Al-Qur’an merupakan pedoman hidup bagi umat Islam. Selain itu, pada bulan Ramadan pula Al-Qur’an pertama kali diturunkan, tepatnya pada tanggal 17 Ramadan yang dikenal sebagai peristiwa Nuzulul Qur’an.
  4. Zakat
    Zakat memiliki makna menyucikan diri dan harta. Zakat terbagi menjadi dua jenis, yaitu zakat fitrah dan zakat mal.
  5. Sedekah
    Sedekah merupakan amalan yang sangat dianjurkan, terutama di bulan Ramadan karena pahalanya dilipatgandakan.
  6. Iktikaf
    Iktikaf adalah berdiam diri di masjid dengan niat beribadah kepada Allah, biasanya dilakukan pada sepuluh hari terakhir bulan Ramadan untuk mendekatkan diri kepada-Nya.

“Mari jadikan Ramadan kali ini sebagai momentum untuk menjadi pribadi yang lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya.

Seperti halnya kupu-kupu yang indah setelah melalui proses panjang, marilah kita berusaha mengamalkan berbagai ibadah di bulan Ramadan ini,” ujar Tirta di penghujung kajiannya.

Ia juga berharap kegiatan Safari Dakwah Ramadan ini tidak berhenti sampai di sini.

Kegiatan tersebut diharapkan mampu mempererat tali silaturahmi antara ranting dan cabang, karena keberadaan ranting sangat penting bagi cabang yang ingin terus berkembang dan menguat.

Setelah kajian ditutup dengan hamdalah, Tirta menyaksikan para kader PRNA Pelangwot melaksanakan kegiatan berbagi takjil dalam program Jumat Berkah.

Sebanyak 200 kotak snack dibagikan kepada warga Pelangwot dan sekitarnya, serta kepada para pengendara yang melintas di sekitar lokasi.

Di dalam Nasyiah, para kader belajar bersama untuk mengamalkan Sepuluh Komitmen Kader Nasyiah dalam kehidupan sehari-hari.

Dengan menerapkannya secara konsisten, diharapkan lahir pribadi yang lebih baik serta perempuan-perempuan berkemajuan.

Ramadan adalah pusat pelatihan, bukan panggung pertunjukan.

Amalan di bulan ini merupakan latihan, sedangkan ujian sesungguhnya adalah sebelas bulan setelah Idul Fitri.

Semoga Allah menjadikan kita hamba yang istiqamah dalam beramal baik, tidak hanya di bulan Ramadan, tetapi juga di bulan-bulan berikutnya.***

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu
Logo Depan Satriadev
Logo Belakang Satriadev
⚡ 1 Dekade ⚡