
PWMU.CO – Materi komunikasi politik dan kepemudaan menjadi topik yang menarik dalam kegiatan Baitul Arqam Dasar (BAD) yang diselenggarakan oleh Pimpinan Cabang Pemuda Muhammadiyah (PCPM) Ngrayun Raya, Ponorogo pada Sabtu (31/5/2025) hingga Ahad (1/6/2025).
Kegiatan ini berlangsung di Gedung Dakwah Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Ngrayun Timur dan diikuti oleh kader-kader muda Muhammadiyah se-Cabang Ngrayun.
Kegiatan pengkaderan ini bertujuan membentuk kader Pemuda Muhammadiyah yang militan, loyal, dan harmonis dalam menyongsong Indonesia Emas 2045.
Selain itu, kegiatan ini diharapkan dapat melahirkan kader yang responsif terhadap dinamika sosial masyarakat serta mampu menjadi problem solver atas berbagai persoalan yang muncul di tengah masyarakat.
Materi pertama disampaikan oleh Ketua Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah (PDPM) Ponorogo, Darmanto Saputro MIP.
Dalam pemaparannya, ia menekankan pentingnya membangun komunikasi yang strategis dengan berbagai elemen, termasuk pemerintah, guna memperluas jaringan dan memperkuat posisi Pemuda Muhammadiyah dalam kancah pembangunan daerah.
“Pemuda Muhammadiyah harus tanggap terhadap setiap peluang yang ada. Kita tidak boleh berpangku tangan. Kontribusi nyata tidak selalu harus dengan harta, tetapi bisa melalui ide dan gagasan konstruktif,” tegas Darmanto.
Ia menambahkan, untuk menjadi pemuda yang berdaya saing, diperlukan bekal empat hal utama yakni tauhid, ilmu, ekonomi, dan politik kebangsaan.
“Tauhid menjaga kita tetap berada di jalan yang benar, ilmu mempermudah langkah dalam berbagai urusan, ekonomi yang kuat menjadi penopang perjuangan, dan komunikasi politik yang baik memudahkan kita dalam mengawal kebijakan,” jelasnya.
Sementara itu, Wakil Ketua PDPM Ponorogo, Bayu Nuryanto SKep, turut memberikan motivasi kepada peserta agar senantiasa menjadi pemuda yang setia pada garis koordinasi persyarikatan Muhammadiyah.
Menurutnya, pemuda negarawan adalah mereka yang memiliki integritas dan kapasitas untuk mengamalkan Islam yang wasathiyah, menjunjung tinggi nilai-nilai Pancasila dan UUD 1945, serta aktif dalam merespons berbagai isu kebangsaan dan internasional.
“Pemuda Muhammadiyah harus menjadi garda terdepan dalam mengawal kepentingan bangsa dan negara. Kita harus berperan aktif, tidak hanya dalam dakwah konvensional, tetapi juga dalam dakwah komunitas yang inklusif dan mampu merangkul semua golongan,” ungkap Bayu.
Sesi Forum Group Discussion (FGD) menjadi salah satu bagian yang paling menarik dalam kegiatan ini. Peserta dibagi menjadi empat kelompok, masing-masing menyampaikan gagasan mereka terkait tindak lanjut dari materi yang telah disampaikan sebelumnya.
Diskusi berlangsung hangat, karena setiap kelompok aktif menanggapi dan mengkritisi gagasan dari kelompok lain.
Kegiatan BAD ini menjadi momentum penting untuk menyegarkan semangat kaderisasi di tubuh Pemuda Muhammadiyah, khususnya dalam menghadapi tantangan zaman dan memperkuat peran pemuda dalam pembangunan bangsa. (*)
Penulis Miftahul Rahman Editor Ni’matul Faizah






0 Tanggapan
Empty Comments