PD IGABA Bojonegoro sukses menyelenggarakan road show kloter terakhir wilker 2 (Kapas, Balen, Sukosewu, Sugihwaras) bertempat di TK ABA Kapas Bojonegoro, Senin(08/12/2025).
Pertemuan kali ini terhadiri oleh 60 anggota wilker beserta 4 tamu undangan dari Pengawas TK, Penilik PAUD non formal, Ketua IGTKI, Ketua Himpaudi.
Perwakilan PCM kecamatan Kapas, Muhammad Yusron SPd MPd, memberikan kajian Iftitah menyampaikan tentang pentingnya mensyukuri nikmat dari Allah.
“Mensyukuri nikmat Allah dalam keadaan yang tak terhingga. Di sumatra aceh sedang ada ujian bencana alam, kita ikut prihatin atas bencana tersebut” tutur Yusron.
“Oleh karena itu kita harus selalu semangat mendampingi anak-anak dalam menyiapkan generasi indonesia emas pada tahun 2045 yang akan datang” ujarnya.
“Terus semangat dalam mendidik, mengajari, mendampingi anak didik dalam menuntut ilmu” tambah Yusron.
Pertolongan Allah Pasti Datang
Lebih lanjut, Yusron menegaskan jika Guru TK sangat dipercaya anak didik, dari pada orangtua. “Dalam Al Qur’an dijelaskan pada surat Muhammad ayat 7, bahwa kita harus yakin pertolongan Allah pasti akan datang, kuncinya ikhlas sabar.
“Ilmu yang diberikan guru ke murid adalah amal jariyah. Semoga menjadi ladang ibadah ibu guru semuanya” tegasnya.
Ketua Wilker 2 Sri Jumiatiningsih SPd menyampaikan ucapan terimakasih atas kehadiran bapak/ibu dalam memenuhi undangan dari PD IGABA pada acara pembinaan dan pertemuan rutin PC IGABA Wilker 2.
“Tidak perlu saling menjatuhkan, tapi harus saling bersinergi untuk tugas mulia. Yaitu mendidik anak- anak menuju generasi emas” ujarnya.
Sri Jumiatiningsih melanjutkan bahwa IGABA, IGTKI dan Himpaudi berbeda rumah tapi tetap dalam satu naungan yaitu PGRI dan sesama mitra dinas pendidikan kabupaten Bojonegoro.
Pertemuan ini mendapatkan ilmu, wawasan, pengetahuan dan saling mengakrabkan tali silaturrahim antar pendidik IGABA di Wilker 2. “Di PGRI kita bersatu walaupun berbeda rumah” ujarnya.
Sementara itu, Ketua PD IGABA Bojonegoro Dwi Anjarwati SPd memberikan penjelasan tentang tujuan pertemuan ini untuk komunikasi antar wilker sebelum raker yang akan terlaksana pada akhir desember 2025.
Support dari internal juga sangat penting pemakaian produk sendiri dari PW.IGABA maupun PP IGABA. “Pertemuan wilker 2 ini adalah kloter terakhir, setelah ini PD IGABA akan raker” ujarnya.
Dengan Kemandirian dan Sungguh-sungguh
Tuan Rumah PCA kapas atau yang mewakili sekaligus sekretaris PDA Bojonegoro Dra Siti Nurhayati menyampaikan ucapan terima kasih kahadiran para tamu undangan.
“Kami ucapkan terima kasih atas kehadiran bapak/ibu semuanya, semoga pertemuan ini memberikan manfaat untuk pendidik aisyiyah” ujarnya.
Dra Siti Nurhayati menambahkan bahwa apresiasi pertemuan roadshow yang terakhir. Dimulai dari wilker 4, 1, 3 dan wilker 2 yang terakhir.
Program kerja PD IGABA harus terkawal terus oleh PDA. Kepala sekolah dan guru Aisyiyah hendaknya percaya penuh kepada PD IGABA. Dengan kemandirian ini, PD IGABA bekerja dengan penuh sungguh-sungguh dan tidak perlu di ragukan lagi kiprahnya” tutur Nurhayati.
“Setelah melaksanakan pelantikan, PD IGABA sudah terjun langsung ke lapangan dan terus bergerak dan berdampak bagi anggotanya. Sehingga tidak perlu ada keraguan dalam kemandirian IGABA” ujarnya.
Penilik PAUD non formal wahyu widya novianti MM dalam sambutanya menegaskan, hendaknya pendidik melaksanakan pembelajaran setiap hari sesuai SOP yang ada.
“Terus bergerak dan berkarya dalam melaksanakan tugas mulia yang berkaitan dengan administrasi kedinasan” ujarnya.
Empat Pesan Penting
Di sisi lain, Praktisi Pendidikan Muhammad Yahya SPd memberikan tips menjaga sekolah agar tumbuh besar. Sebelum merawat sekolah agar sekolah tumbuh besar, maka guru harus sehat dulu.
“Yang pertama Sehatkan dulu pikiranmu, asupan otak adalah membaca, pikiran kita gizinya kurang karena kurang membaca buku” pesannya.
“Bertemanlah dengan orang pintar, maka akan nular kepintarannya. Bukan dengan orang cantik, kamu tidak akan kelihatan cantik” ujarnya.
Yang kedua, lanjut Yahya, semua guru di IGABA harus punya buku pegangan. Isinya antara lain doa, hadist, surat pendek, lagu sesuai tema dan lain-lain.
Kemudian yang ketiga yaitu sehat fisik dalam berkegiatan dibutuhkan kesehatan fisik yang prima.
Yang keempat, kuat hati dan sehat hati. “Kepala sekolah harus tahajud agar spiritualnya sehat, kalau spiritualnya sehat semua menjadi ringan” tambahnya.
Kegiatan berlangsung dengan sangat khidmat, penuh kehangatan dan pulang membawa ilmu yang dipraktekan.






0 Tanggapan
Empty Comments