PD IGABA Bojonegoro sukses menggelar Workshop Digitalisasi Pembelajaran PAUD melalui Internet Flat Panel (IFP) di Jl. Teuku Umar No. 48, Kadipaten, Bojonegoro, Senin (24/11/2025). Kegiatan ini diikuti 115 peserta yang terdiri dari kepala sekolah dan operator PAUD Aisyiyah se-Bojonegoro. Workshop dimulai pukul 09.30 WIB.
Ketua PD IGABA Bojonegoro, Dwi Anjarwati, menyampaikan bahwa workshop ini bertujuan meningkatkan kompetensi pendidik serta kualitas pendidikan Aisyiyah di Bojonegoro. Ia mengapresiasi antusiasme peserta, meski masih ada sekolah yang belum memiliki perangkat TV pendukung.
“Terus semangat dalam meningkatkan kompetensi pendidik dan kualitas pendidikan di Bojonegoro,” ujarnya.
Narasumber workshop, Kepala SD Muhammadiyah 2 Bojonegoro, Nurul Hidayah, S.Pd., mengungkapkan kegembiraannya dapat berbagi materi dengan para pendidik PAUD. Biasanya ia memberikan pelatihan untuk jenjang SMP dan SMA, namun kali ini dirinya mendampingi guru PAUD yang dinilai memiliki semangat luar biasa. Workshop diawali senam bersama sebelum memasuki materi utama.
“Saya sangat senang bisa membersamai pendidik PAUD yang semangatnya luar biasa,” katanya.
Fokus Digitalisasi Pembelajaran
Dalam workshop dijelaskan bahwa program digitalisasi pembelajaran merujuk pada Instruksi Presiden No. 7 Tahun 2025, yang mencakup penyediaan infrastruktur digital seperti internet, perangkat pembelajaran, dan papan interaktif. Peserta juga diajak memahami pola pikir berbasis aset dalam pemanfaatan perangkat digital.
Contohnya, bukan berfokus pada kekurangan seperti “kami hanya punya satu perangkat digital,” tetapi mengubahnya menjadi pemikiran solutif, “kami punya satu perangkat digital, bagaimana perangkat ini bisa dimanfaatkan bersama?”
Materi juga menekankan bahwa setiap sekolah memiliki aset dan kekuatan yang dapat dikembangkan. Perubahan tidak harus menunggu kondisi sempurna, dan kolaborasi menjadi aset sosial penting dalam proses digitalisasi.
Penggunaan Bahan Ajar Interaktif
Peserta mendapatkan penjelasan mengenai ciri bahan ajar interaktif, yaitu melibatkan aksi pengguna, memberikan umpan balik, serta bersifat dinamis dan adaptif. Jenis interaksi pada papan interaktif IFP meliputi memindahkan objek, memberi coretan, memperbesar atau memutar elemen, hingga membuat visualisasi pendukung pembelajaran.
Peserta didorong untuk tidak ragu mencoba perangkat digital.
“Jangan takut salah agar punya pengalaman yang selalu diingat,” ujar pemateri.
Materi kedua disampaikan oleh Miftachul Jannah, S.Pd., dari PD IGABA, yang sebelumnya mengikuti pelatihan di Surabaya selama tiga hari. Ia menjelaskan tindak lanjut pelaporan penggunaan IFP yang harus dikumpulkan paling lambat 28 Desember 2025. Peserta juga diajak praktik membuat RPM menggunakan Gemini.
“Silakan yang berani maju, jangan takut salah,” ajaknya.
Workshop berjalan lancar dan penuh antusias. Para peserta pulang dengan semangat baru dan siap mempraktikkan ilmu yang diperoleh pada kegiatan pembelajaran berikutnya. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments