PWMU.CO – Berlibur ke Tanjung Pinang naik kapal selam, Naiknya dari pinggir dermaga.
Ketika ada yang mengucap salam,
Harap dijawab dengan lantang dan bertenaga.
Demikian pantun penyemangat yang disampaikan oleh Ketua Panitia Milad ke-108 ‘Aisyiyah, dalam acara yang diselenggarakan oleh Pimpinan Daerah ‘Aisyiyah (PDA) Kabupaten Gresik pada Sabtu (2/8/2025).
Sebanyak 425 undangan dan peserta Milad ‘Aisyiyah memenuhi aula lantai 4 Gedung Dakwah Muhammadiyah Gresik. Mereka mengenakan seragam batik nasional ‘Aisyiyah berwarna hijau, dipadukan dengan jarik bermotif parang warna cokelat dan kerudung kuning cerah.
Di bagian depan, tampak karpet merah yang mempercantik panggung acara, yang dihias dengan aneka sayuran berwarna-warni. Di tengah panggung, sebuah tampah besar berisi tomat merah merona menjadi pusat perhatian.
Beberapa sayuran lainnya tertata memanjang dengan rapi dan serasi, di antaranya gambas, wortel, terong hijau dan ungu, kacang panjang, bunga kol, selada, timun, jagung, kubis, dan buncis. Seluruh elemen dekorasi tersebut dipadukan dengan palem dan bunga berwarna ungu.
Hiasan panggung tersebut dipilih oleh panitia sebagai bentuk dukungan terhadap tema Milad ke-108 ‘Aisyiyah, yaitu “Memperkokoh Ketahanan Pangan Berbasis Desa Qaryah Thayyibah Menuju Ketahanan Pangan Nasional.”
Ucapan Terima Kasih
Keunikan hiasan panggung tidak lepas dari kerja keras seluruh panitia. Ketua panitia, Ayu Mira ST SPd, menyampaikan ucapan terima kasih.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh panitia yang telah mempersiapkan acara ini dengan baik, serta kepada para sponsor atas dukungannya. Kami juga memohon maaf apabila terdapat kekurangan atau kesalahan selama berlangsungnya acara ini,” ujarnya.
Menurut Ayu Mira, beberapa kegiatan telah diselenggarakan sebagai rangkaian acara Milad ke-108 ‘Aisyiyah. Di antaranya adalah pembinaan Kelompok Wanita Tani ‘Aisyiyah dengan kegiatan menanam puluhan bibit pohon di beberapa Cabang ‘Aisyiyah pada 5-6 Juli 2025.
Selanjutnya, pada 13 Juli 2025 digelar lomba membuat makanan tradisional dari masing-masing cabang. Selain itu, juga diadakan lomba menulis cerita anak dan karya tulis ilmiah bertema permainan tradisional.
Dalam sambutannya, guru TK ABA 40 Perum Permata Suci Gresik itu juga membakar semangat peserta Milad dengan mengajak mereka bernyanyi bersama. Ia memberikan contoh lagu daerah dari Ambon berjudul “Nona Manis Siapa yang Punya” dengan syair yang telah diubah. Berikut syair yang dinyanyikannya:
‘Aisyiyah siapa yang punya (saya)
‘Aisyiyah siapa yang punya (kamu)
‘Aisyiyah siapa yang punya
Yang punya kita semua
Sebagai penutup sambutannya, Ayu Mira kembali melontarkan sebuah pantun:
Mahal harganya si batu bacan
Bacan dibeli mahal harganya
Salam penutup aku ucapkan
Semoga semuanya dalam lindungan-Nya. (*)






0 Tanggapan
Empty Comments