Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

PDA Kabupaten Gresik Ajak Kader Optimalkan Ketahanan Pangan di Lahan Terbatas

Iklan Landscape Smamda
PDA Kabupaten Gresik Ajak Kader Optimalkan Ketahanan Pangan di Lahan Terbatas
Foto bersama setelah kegiatan Sosialisasi Optimalisasi Ketahanan Pangan di Lahan Terbatas. Foto: Istimewa.
pwmu.co -

Pimpinan Daerah Aisyiyah (PDA) Kabupaten Gresik melalui Majelis Ekonomi dan Kewirausahaan (MEK) bekerja sama dengan Lembaga Lingkungan Hidup dan Penanggulangan Bencana (LLHPB) sukses menggelar Sosialisasi Optimalisasi Ketahanan Pangan di Lahan Terbatas.

Kegiatan yang digelar pada Minggu (26/10/2025) ini bertempat di Gedung Pusat Layanan Terpadu Aisyiyah Kabupaten Gresik.

Acara yang dihadiri oleh 24 Pimpinan Cabang Aisyiyah (PCA) se-Kabupaten Gresik ini dibuka dengan sambutan hangat dari Ketua PDA Kabupaten Gresik, Innik Hikmatin, S.Pd., M.Pd.I.

Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya peran perempuan dalam menjaga ketahanan pangan keluarga karena hal tersebut berpengaruh besar terhadap kecerdasan generasi masa depan.

Pada kesempatan itu, Innik juga mengajak seluruh kader untuk mengembangkan lumbung pangan mulai dari tingkat rumah tangga, ranting, cabang, hingga daerah, sehingga tercipta kawasan Qaryah Thayyibah yang berkelanjutan.

Sementara itu, Ketua MEK PDA Gresik, Iffah Nurdiyani, S.T., menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar seremonial, melainkan langkah nyata Aisyiyah dalam menghadapi tantangan zaman.

“‘Aisyiyah harus mampu berkontribusi dalam menjaga ketahanan pangan, meskipun dengan lahan yang terbatas,” ujarnya.

Mengutip Q.S. Al-Baqarah: 168, ia menyampaikan bahwa makan tidak sekadar untuk memenuhi rasa lapar, tetapi juga merupakan bagian dari ibadah dan amanah.

Acara ini terdiri atas dua agenda utama, yakni pemaparan materi dan pelatihan.

Setelah sesi sambutan, acara dilanjutkan dengan sesi materi. Materi pertama disampaikan oleh Dosen Program Studi Agroteknologi, Fakultas Pertanian, Universitas Muhammadiyah Gresik (UMG), Rohmatin Agustina, S.P., M.P., dengan tema “Optimalisasi Ketahanan Pangan Keluarga di Lahan Terbatas: Inovasi Sistem Vertikultur Ramah Lingkungan.”

Dalam pemaparannya, Rohmatin menjelaskan bahwa pemanfaatan lahan terbatas dapat dioptimalkan melalui sistem vertikultur (vertical garden) yang memungkinkan penanaman berbagai jenis tanaman, seperti: sayuran, tanaman obat, dan buah semusim.

“Selain itu, pemeliharaan tanaman dilakukan secara organik dengan memanfaatkan pupuk dari limbah rumah tangga serta pengendalian hama secara alami,” terangnya.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa sistem vertikultur memiliki sejumlah keuntungan, antara lain: dapat diterapkan di lahan sempit, membantu mengurangi polusi udara, menurunkan suhu lingkungan, serta meningkatkan estetika kawasan sekitar.

“Beberapa contoh jenis vertikultur yang dapat diterapkan antara lain: taman gantung, taman atap, taman balkon, dan taman dinding. Dengan pemilihan jenis tanaman yang tepat serta penggunaan media tanam yang ramah lingkungan, vertikultur menjadi solusi ideal bagi keluarga yang ingin mengoptimalkan lahan pekarangan terbatas untuk mendukung ketahanan pangan,” jelasnya.

Selanjutnya, peserta mengikuti pelatihan pembuatan kompos yang dipandu oleh Siti Nurazizah, S.P.

Pelatihan ini memperkenalkan penggunaan alat TOOSTER (Timbo Komposter), inovasi dari Tim Program Holistik Pembinaan dan Pemberdayaan Desa (PHP2D) Program Studi Agroteknologi UMG.

Alat tersebut berfungsi untuk mengolah sampah organik rumah tangga menjadi pupuk kompos yang dapat dimanfaatkan untuk pemupukan tanaman secara organik.

Selain itu, mahasiswa Program Studi Agroteknologi, yakni: Fikri, Arif, Arzeti, Hilya, dan Nawwa, membimbing peserta dalam pembuatan pestisida nabati serta pupuk cair organik berbahan dasar eceng gondok.

Ekstrak eceng gondok mengandung senyawa aktif, seperti flavonoid, steroid, dan tanin yang berfungsi sebagai bioinsektisida alami sehingga mampu melindungi tanaman dari serangan hama sekaligus tetap ramah lingkungan.

Proses pembuatan pestisida ini dilakukan melalui fermentasi anaerob dengan campuran gula pasir dan Effective Microorganisms 4 (EM4) sehingga menghasilkan larutan pestisida ramah lingkungan yang efektif.

Metode ini tidak hanya mengurangi ketergantungan pada pestisida kimia, tetapi juga mendukung upaya pelestarian lingkungan.

Pelatihan ini diikuti dengan antusias oleh para peserta. Mereka aktif mengajukan berbagai pertanyaan, salah satunya terkait pengendalian hama pada tanaman sereh.

Beberapa peserta juga menunjukkan minat terhadap pemanfaatan ampas eceng gondok hasil fermentasi yang dapat dimanfaatkan lebih lanjut sebagai bahan kompos atau mulsa.

Ketua LLHPB, Dr. Ummul Firmani, S.Pi., M.Si., memberikan apresiasi tinggi atas kolaborasi antarmajelis di PDA Gresik yang dinilai sangat positif dalam membangun sinergi program dan berdampak langsung bagi warga Aisyiyah maupun masyarakat sekitar.

Sebagai tindak lanjut, peserta akan menanam benih sayur yang diberikan serta memanfaatkan pestisida nabati yang telah dipelajari di rumah masing-masing.

Dengan terselenggaranya kegiatan ini, diharapkan ketahanan pangan keluarga meningkat sekaligus menumbuhkan semangat berinovasi dalam memanfaatkan lahan terbatas secara berkelanjutan. (*)

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu