Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jatim menggelar Pelatihan Manajemen Reputasi Digital Organisasi pada Sabtu (11/10/2025) di Kantor PWM Jatim.
Kegiatan ini dihadiri oleh seluruh perwakilan Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM), termasuk delegasi dari PDM Sidoarjo.
Sekretaris PDM Sidoarjo, Burhanuddin, yang hadir mewakili PDM dalam kegiatan ini menyampaikan bahwa reputasi digital kini menjadi bagian penting dari eksistensi organisasi. Maka dari itu, pengelola media Muhammadiyah di berbagai tingkatan diharapkan mampu mengelola informasi secara baik, cepat, dan terpercaya melalui kanal digital resmi.
“Kehadiran perwakilan PDM Sidoarjo dalam kegiatan ini menjadi wujud komitmen untuk terus memperkuat peran dakwah dan pelayanan Muhammadiyah melalui pendekatan digital yang efektif dan profesional,” tambahnya.
Lebih lanjut, ia menyatakan bahwa pelatihan ini sangat bermanfaat dan akan segera ditindaklanjuti dengan langkah konkret.
“Kami akan mensinergikan semua pihak, terutama Majelis Pustaka Informasi dan Digital (MPID), ortom, serta para kader muda yang memiliki kapasitas dalam pengelolaan media digital. Mereka adalah ujung tombak dalam menggelorakan manajemen reputasi digital organisasi,” tuturnya.
Menurutnya, penguatan reputasi digital merupakan strategi penting dalam mendukung dakwah dan pelayanan Muhammadiyah secara lebih luas dan profesional, terutama di era digital yang menuntut kecepatan dan ketepatan dalam penyampaian informasi.
Kegiatan ini menjadi langkah strategis PWM Jatim dalam memperkuat tata kelola komunikasi publik serta citra Persyarikatan di era digital. Pelatihan diikuti dengan antusias oleh seluruh peserta, mencerminkan semangat adaptasi Muhammadiyah terhadap perkembangan teknologi informasi yang begitu cepat.
Mewakili Ketua PWM Jatim, Bendahara PWM Jatim, drh. H. Zainul Muslimin dalam sambutannya menegaskan pentingnya setiap tingkatan pimpinan Muhammadiyah, mulai dari PDM, PCM, hingga PRM untuk mengalokasikan anggaran khusus dalam rangka penguatan digitalisasi Persyarikatan.
“Semua lini gerak usaha dan ekonomi Muhammadiyah harus mengikuti perkembangan teknologi agar tidak tertinggal. Setiap PDM, PCM, dan PRM wajib melek teknologi dan terus meng-upgrade diri,” tegasnya. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments