MI Muhammadiyah 1 Pare (Mimsapa) Kediri bekerja sama dengan Marshall Cavendish Education (MCE) Singapura, mengadakan pelatihan untuk guru mata pelajaran Coding dan AI pada Senin,(01/09/2025).
Menindaklanjuti kerjasama Majelis Dikdasmen dan PNF PWM Jawa Timur dengan MCE Singapura, sebuah lembaga pendidikan internasional yang dikenal dengan inovasi pembelajaran abad ke-21, Mimsapa mengambil program pembelajaran coding dan AI.
Kerja sama ini diawali dengan pelatihan bertajuk “Empowering Educators with Coding and AI” untuk para guru.
Selanjutnya para guru tersebut akan mengajarkan dan mendampingi siswa dalam mengimplementasikan platform coding yang digunakan.
Dalam sambutan sebagai pembuka agenda pelatihan, Kepala Mimsapa, Eri Nurokhim SP SPd MKes menyampaikan, “Terobosan yang dilakukan MI muhammadiyah 1 Pare memberikan pelajaran coding dan AI kepada siswa, bukan hanya soal mengikuti tren teknologi, tetapi merupakan langkah strategis dan visioner dalam pendidikan,” tuturnya.
Sementara itu, Eri juga menyampaikan rasa syukur karena pelatihan tetap dapat terselenggara sesuai jadwal. Para peserta juga tetap semangat dan bisa memahami materi yang disampaikan.
Meskipun ada perubahan teknis, yang semula pelatihan direncanakan secara offline dirubah menjadi mode online karena situasi dan kondisi yang belum stabil pasca aksi demo anarkis dan penjarahan yang terjadi di beberapa kota.
Kegiatan ini dipandu langsung oleh trainer MCE Singapura, Adi Rachmadi Wicaksono ST, dan Adisti Al Qur’ani Anggorowati SPd, serta difasilitasi oleh Universal Education Kevin Prayogo Mulyongo ST.
Tujuan diselenggarakan pelatihan untuk membekali para peserta dengan keterampilan dasar pemrograman dan pemahaman tentang kecerdasan buatan (AI) agar mampu mengintegrasikan teknologi dalam proses belajar-mengajar secara lebih efektif dan kreatif dengan platform UBBU.
Adi Rachmadi Wicaksono memaparkan bahwa UBBU menggabungkan pembelajaran pemrograman dengan permainan interaktif dan proyek kreatif.
Anak-anak tidak hanya belajar menulis kode, tetapi juga memahami bagaimana teknologi bisa digunakan untuk menciptakan solusi nyata dan berkontribusi pada dunia yang lebih baik.
Materi berikutnya disampaikan oleh Adisti Al Qur’ani Anggorowati SPd yang menjelaskan tentang proses membuat challenge.
“Pelatihan ini membuka wawasan kami tentang bagaimana teknologi bisa menjadi sahabat dalam mengajar. Pembelajaran Coding dan AI nanti akan menjadi hal yang menarik buat anak-anak karena metode belajar yang digunakan adalah game-based learning. Anak belajar melalui permainan yang dirancang untuk mengasah logika dan kreativitas,” ujar salah satu peserta, Saiful Arif SPd mengungkapkan antusiasmenya.
Pembelajaran coding bukan sekadar tren teknologi, melainkan investasi jangka panjang dalam membentuk cara berpikir anak-anak dan berinteraksi dengan dunia digital.(*)






0 Tanggapan
Empty Comments