Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Pelatihan Guru Shadow Bangil Perkuat Pendidikan Inklusif yang Berdampak

Iklan Landscape Smamda
Pelatihan Guru Shadow Bangil Perkuat Pendidikan Inklusif yang Berdampak
Foto bersama akhir kegiatan. Foto: Istimewa/PWMU.CO
pwmu.co -

Sekitar 40 guru shadow Sekolah Kreatif SD Muhammadiyah Bangil mengikuti pelatihan bertajuk Peningkatan Peran Guru Shadow untuk Pendidikan yang Berdampak di gedung serba biru kawasan Alun-Alun Bangil, Ahad (18/1/2026).

Kegiatan ini menjadi momentum penguatan kualitas layanan pendidikan inklusif, khususnya bagi siswa berkebutuhan khusus (ABK).

Sekolah Kreatif SD Muhammadiyah Bangil dikenal sebagai sekolah berkonsep ramah anak dengan lingkungan belajar yang tertata rapi, asri, dan nyaman. Nilai tersebut tercermin dalam suasana pelatihan yang berlangsung kondusif, hangat, dan partisipatif, sehingga mendorong keterlibatan aktif seluruh peserta.

Narasumber utama, Lely Ika Mariyati, M.Psi., Psikolog, dosen Program Studi Psikologi FPIP UMSIDA sekaligus Ketua Pusat Studi Mental Health UMSIDA, menegaskan bahwa guru shadow memiliki peran strategis dalam keberhasilan pendidikan inklusif.

“Guru shadow bukan sekadar pendamping, tetapi bagian dari pendidik yang berperan penting dalam membantu perkembangan akademik, sosial, dan emosional siswa,” tegasnya.

Pelatihan tidak hanya berisi pemaparan materi, tetapi juga diskusi kelompok untuk menyusun format Program Pembelajaran Individual (PPI) yang kontekstual dan sesuai kebutuhan sekolah serta karakteristik siswa. Pendekatan aplikatif ini dinilai mampu menjawab tantangan nyata yang dihadapi guru shadow di lapangan.

Kepala Sekolah Sekolah Kreatif SD Muhammadiyah Bangil, Marisa Izzah, S.Pd., M.Pd., dalam sambutannya mengajak seluruh guru, termasuk guru shadow, untuk berkolaborasi mengembangkan sekolah sesuai peran masing-masing. Ia menekankan pentingnya peningkatan kapasitas profesional yang berjalan seiring dengan keikhlasan.

Iklan Landscape UM SURABAYA

“Mendampingi anak berkebutuhan khusus membutuhkan kesabaran dan keterampilan. Kemampuan menyusun PPI dan worksheet yang tepat adalah keharusan bagi guru shadow. Semoga pelatihan ini meningkatkan profesionalisme dan kualitas pendampingan siswa,” ujarnya.

Materi tambahan disampaikan oleh Ardi dari tim LPOA yang membahas ragam dan kekhususan worksheet bagi siswa ABK. Sesi ini disambut antusias peserta melalui diskusi dan pertanyaan reflektif.

Salah satu peserta, Mailinda, mengaku memperoleh pemahaman yang lebih jelas dan praktis. “Pelatihan ini membuat kami lebih memahami penyusunan PPI yang terukur dan worksheet yang sesuai kebutuhan anak. Sangat membantu dalam pendampingan sehari-hari,” ungkapnya.

Pelatihan ditutup dengan suasana mendung yang menyelimuti Bangil. Meski rintik gerimis turun, semangat para guru shadow tetap menguat. Suasana tersebut seolah menjadi simbol bahwa di balik tantangan selalu tumbuh harapan dan tekad untuk terus menghadirkan pendidikan yang inklusif dan berdampak.

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu