Masa libur akhir tahun tidak menyurutkan semangat kader-kader Hizbul Wathan (HW) Muhammadiyah Jawa Timur untuk terus melangkah dan berproses. Hal ini dibuktikan dengan terselenggaranya Pelatihan Jaya Melati 2 (JM 2) yang digelar oleh Kwartir Wilayah (Kwarwil) Hizbul Wathan Jawa Timur.
Kegiatan ini dilaksanakan secara daring pada Selasa–Sabtu, 8–12 Desember 2025, dan dilanjutkan dengan luring pada Jumat–Ahad, 26–28 Desember 2025, bertempat di SD Muhammadiyah Assalam, Kecamatan Gurah, Kabupaten Kediri, Jawa Timur.
Pembukaan Pelatihan Jaya Melati 2 berlangsung khidmat dan penuh kehangatan. Kegiatan ini diikuti oleh 82 peserta pelatihan, didukung 25 panitia lokal, 18 personel Kwarda Konsul Kediri Raya, 5 pelatih, 2 perwakilan Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Kediri, 20 pengisi acara, 10 dewan sughli, serta sejumlah penggembira.
Suasana pembukaan semakin terasa nyaman dan penuh kekeluargaan saat sambutan dari PDM Kabupaten Kediri yang diwakili oleh Gus M. Afwan Al-Asgaf, MM, selaku Sekretaris PDM. Bertempat di Gedung Dakwah Muhammadiyah Kabupaten Kediri, sambutan tersebut diselingi canda dan keakraban, termasuk interaksi hangat Gus Afwan dengan bunda-bunda IGABA yang turut memeriahkan acara melalui penampilan paduan suara yang memukau.
Dalam sambutannya, Gus Afwan menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam menyukseskan Pelatihan Jaya Melati 2, mulai dari panitia, Kwarpus, Kwarwil Hizbul Wathan, hingga para peserta. Ia juga menjanjikan hadiah khusus bagi pengisi acara, termasuk pembaca ayat suci Al-Qur’an dan bunda-bunda IGABA.
“Saya dulu sempat merasa trauma dan kesal saat mengikuti kegiatan kemah dalam diklat Hizbul Wathan ketika remaja, karena banyak aktivitas fisik. Namun ternyata kegiatan tersebut justru untuk menguji mental agar tidak mudah menyerah dan putus asa,” ungkap Gus Afwan.
Lebih lanjut, ia menegaskan komitmennya sebagai Sekretaris PDM Kabupaten Kediri untuk memberikan porsi yang seimbang bagi seluruh Organisasi Otonom (Ortom) Muhammadiyah di setiap Amal Usaha Muhammadiyah (AUM).
“Saya mewajibkan seluruh karyawan AUM untuk mengikuti Baitul Arqam sebagai bagian dari pengkaderan. Bahkan saya sangat setuju jika pimpinan AUM berasal dari Ortom, demi kesinambungan kaderisasi Muhammadiyah dan memudahkan sinergi kegiatan,” tegasnya.
Menutup sambutan, Gus Afwan berharap agar Ortom-ortom di lingkungan AUM, termasuk Hizbul Wathan khususnya di Kabupaten Kediri, dapat terus berkembang dengan baik.
“Semoga HW memiliki banyak kader muda yang berkelanjutan, berjalan secara sistematis, serta mampu melaksanakan kegiatan dengan bergembira dan menggembirakan,” pungkasnya. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments