Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) bersama Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas) terus memperkuat komitmen dalam melestarikan wastra nusantara. Melalui Program Pendidikan Kecakapan Wirausaha (PKW), keduanya berkolaborasi mendukung pelestarian tenun dan pemberdayaan generasi muda.
Kegiatan yang digelar di Lamongan, Selasa (7/10), menjadi bagian dari rangkaian PKW Kerja Sama Kemendikdasmen dan Dekranas 2025. Program ini menyasar 500 peserta didik dari berbagai daerah, yang tidak hanya belajar keterampilan tenun dan kriya, tetapi juga dilatih mengembangkan usaha mandiri berbasis budaya lokal.
“Program ini selaras dengan amanat Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, yaitu Pendidikan Bermutu untuk Semua,” ujar Direktur Jenderal Pendidikan Vokasi PKPLK, Tatang Muttaqin.
Menurutnya, PKW tidak sekadar pelatihan teknis, melainkan wadah bagi anak-anak muda Indonesia untuk berdaya, berkarya, dan berwirausaha. Tahun ini, empat Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) ikut serta dalam penyelenggaraan, yaitu Kabupaten Lamongan dan Bojonegoro (Jawa Timur), Jepara (Jawa Tengah), serta Ogan Ilir (Sumatra Selatan).
“Kami berharap generasi muda mampu menghasilkan produk berdaya ekonomi tinggi, tidak hanya dikenal di pasar lokal, tapi juga tembus pasar global,” harap Tatang.
Generasi Pewaris Budaya
Dalam kesempatan yang sama, Masmidah, Ibu Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua Bidang Wirausaha Baru Dekranas, mengapresiasi semangat para peserta pelatihan.
“Anak-anak muda yang ikut pelatihan ini luar biasa. Mereka bukan hanya belajar menenun, tetapi juga menjadi agen pewaris budaya,” ujarnya.
Menurutnya, PKW menjadi jalan bagi anak-anak yang tidak melanjutkan pendidikan formal untuk tetap produktif dan berdaya. Mereka belajar menjadi perajin sekaligus wirausaha muda yang mandiri.
“Pelatihan ini harus diikuti dengan sungguh-sungguh. Banyaklah berlatih, jangan takut gagal. Semangat dan pantang menyerah adalah kunci untuk tumbuh dan maju,” pesan Masmidah penuh motivasi.
Sinergi Pusat dan Daerah
Program kolaborasi Kemendikdasmen dan Dekranas sejatinya telah berjalan sejak 2020 dan hingga kini telah menjangkau lebih dari 5.500 peserta di seluruh Indonesia. Melalui PKW Tekun Tenun dan Kriya, pemerintah berupaya melestarikan kearifan lokal sekaligus mendorong ekonomi kreatif berbasis budaya.
Bupati Lamongan Yuhronur Efendi menyambut baik pelaksanaan PKW di daerahnya. “Lamongan memiliki potensi besar di bidang tenun dan batik. Kolaborasi ini sejalan dengan misi daerah untuk memperkuat industri kreatif dan melahirkan wirausaha muda yang tangguh,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Bidang Wirausaha Baru Dekranas, Metty Herindra, menekankan pentingnya pendampingan pascapelatihan. “Program PKW adalah bukti nyata kehadiran pemerintah dalam pengembangan SDM. Untuk menjaga keberlanjutannya, perlu ada monitoring dan evaluasi berkala,” jelasnya.
Dengan semangat Pendidikan Bermutu untuk Semua, kerja sama antara Kemendikdasmen dan Dekranas ini diharapkan mampu melahirkan generasi muda kreatif yang tidak hanya menjaga warisan tenun nusantara, tetapi juga menjadikannya sumber ekonomi yang berkelanjutan. (*)


0 Tanggapan
Empty Comments