
PWMU.CO – Bulan Ramadan 1446 H semakin berwarna dengan hadirnya antologi puisi berjudul Pelukan Ramadan karya dua penulis muda, Fathan Faris Saputro dan Nurul Iftiasanti. Buku ini menjadi refleksi spiritual serta pengalaman mendalam selama Ramadan, yang dituangkan dalam untaian kata penuh makna.
Buku Pelukan Ramadan memuat 99 puisi yang menggambarkan perjalanan batin selama bulan suci. Puisi-puisi ini tidak hanya merefleksikan keindahan ibadah, tetapi juga menggambarkan momen-momen penuh hikmah yang dirasakan oleh banyak umat Islam.
“Buku ini adalah kumpulan perasaan yang kami alami selama Ramadan tahun lalu. Kami ingin menghadirkan nuansa Ramadan yang lebih mendalam, lebih dari sekadar ibadah rutin, tetapi juga sebagai perjalanan jiwa,” ujar Fathan Faris Saputro pada Selasa (11/3/2025), salah satu penulis Pelukan Ramadan.

Antologi ini diterbitkan oleh Penerbit Eja pada tahun 2024 dan memiliki 150 halaman. Setiap puisi dalam buku ini mencerminkan pengalaman pribadi dan refleksi spiritual yang dapat menjadi cerminan bagi pembacanya.
“Semoga buku ini bisa menjadi teman bagi siapa saja yang ingin meresapi makna Ramadan secara lebih dalam. Kami berharap puisi-puisi ini bisa menjadi pelukan hangat bagi hati yang mencari kedamaian,” kata Nurul Iftiasanti.
Dengan kehadiran Pelukan Ramadan, Faris dan Nurul berharap karya mereka dapat menambah khazanah sastra Islam di Indonesia sekaligus menginspirasi pembaca untuk lebih mendalami makna Ramadan. (*)
Penulis Selamet Priyanto Editor Amanat Solikah






0 Tanggapan
Empty Comments