Search
Menu
Mode Gelap

Peluncuran Antologi Sastra Jawa Siswa MTs Muhammadiyah 4 Bulubrangsi Warnai Pembagian Rapor

Peluncuran Antologi Sastra Jawa Siswa MTs Muhammadiyah 4 Bulubrangsi Warnai Pembagian Rapor
Peluncuran buku Antologi sastra Jawa karya Siswa MTs Muhammadiyah 4 Bulubrangsi. Ervina Martavania/PWMU.CO
pwmu.co -

MTs Muhammadiyah 4 Bulubrangsi Lamongan kembali menorehkan prestasi membanggakan di bidang literasi dan pelestarian budaya.

Bertepatan dengan kegiatan silaturrahim wali murid dan pembagian rapor semester ganjil, madrasah ini secara resmi meluncurkan buku Antologi Sastra Jawa karya siswa, Kamis (8/1/2026).

Kegiatan yang digelar di aula madrasah tersebut menjadi momentum istimewa karena memadukan evaluasi akademik dengan apresiasi terhadap kreativitas peserta didik.

Peluncuran buku ini menunjukkan bahwa MTs Muhammadiyah 4 Bulubrangsi tidak hanya berfokus pada capaian nilai semata, tetapi juga memberikan ruang luas bagi pengembangan minat, bakat, dan karakter siswa melalui kegiatan literasi berbasis budaya lokal.

Suasana kegiatan berlangsung khidmat namun hangat, diwarnai rasa bangga dari guru, siswa, maupun wali murid yang hadir.

Buku Antologi Sastra Jawa yang diluncurkan merupakan kumpulan karya siswa berupa geguritan, cerkak, parikan, sesorah, serta tulisan aksara Jawa.

Seluruh karya tersebut lahir dari proses pembelajaran Bahasa Jawa yang dirancang secara kreatif dan berorientasi pada penguatan karakter, kecintaan terhadap budaya daerah, serta keberanian siswa menuangkan gagasan dan perasaan melalui tulisan.

Karya-karya dalam buku tersebut merefleksikan kehidupan sehari-hari siswa, nilai-nilai moral, hingga pesan-pesan kearifan lokal yang disampaikan dengan bahasa Jawa yang santun dan penuh makna.

Hal ini sekaligus menjadi bukti bahwa generasi muda masih memiliki kepedulian terhadap warisan budaya leluhur di tengah derasnya arus globalisasi.

Acara peluncuran buku dihadiri oleh jajaran Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Bulubrangsi, Ketua Majelis Dikdasmen Bulubrangsi, kepala madrasah, dewan guru, wali murid, serta perwakilan siswa MTs Muhammadiyah 4 Bulubrangsi.

Antusiasme wali murid tampak jelas ketika buku hasil karya putra-putri mereka diperkenalkan secara resmi dan ditampilkan sebagai karya kolektif siswa madrasah.

Ketua PRM Bulubrangsi, H. Fauzul Khotim, BA, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi tinggi atas inisiatif madrasah yang konsisten melestarikan budaya Jawa melalui jalur pendidikan.

Menurutnya, peluncuran buku antologi sastra Jawa ini merupakan langkah strategis dalam menjaga identitas budaya sekaligus menanamkan nilai-nilai luhur kepada generasi muda sejak dini.

“Di tengah arus globalisasi dan kemajuan teknologi, anak-anak kita tetap mampu menulis dan mencintai sastra Jawa. Ini adalah kebanggaan bersama, bukan hanya bagi madrasah, tetapi juga bagi Persyarikatan Muhammadiyah dan masyarakat Bulubrangsi,” ujarnya.

Dia berharap kegiatan literasi semacam ini dapat terus dilanjutkan dan dikembangkan agar menjadi tradisi yang mengakar di lingkungan madrasah.

Guru Bahasa Jawa MTs Muhammadiyah 4 Bulubrangsi, Lucia Damanyanti, yang menjadi pendamping utama dalam proses penulisan buku tersebut, menjelaskan bahwa penyusunan antologi dilakukan melalui tahapan pembelajaran yang terstruktur.

Siswa tidak hanya diajak memahami teori sastra Jawa, tetapi juga dilatih menulis, merevisi, serta mendiskusikan karya mereka secara kolaboratif.

“Buku ini adalah hasil kerja keras siswa. Mereka belajar memilih diksi Jawa yang tepat, memahami unggah-ungguh basa, serta menyampaikan pesan moral melalui karya sastra. Yang terpenting, mereka belajar percaya diri bahwa tulisannya layak dibaca orang lain,” ungkapnya.

Iklan Landscape UM SURABAYA

Dia menambahkan, kegiatan ini menjadi bukti bahwa pembelajaran Bahasa Jawa dapat dikemas secara kreatif, menyenangkan, dan bermakna bagi siswa.

Lebih dari sekadar karya tulis, peluncuran buku sastra Jawa ini juga menjadi sarana pembentukan karakter siswa.

Melalui karya sastra, siswa diajak merefleksikan nilai-nilai kehidupan seperti hormat kepada orang tua, kejujuran, kerja keras, tanggung jawab, dan kepedulian sosial.

Nilai-nilai tersebut sejalan dengan visi pendidikan madrasah yang menekankan keseimbangan antara ilmu pengetahuan, akhlak, dan budaya.

Salah satu perwakilan siswa, Neelofa Anggraeny, menyampaikan rasa bangga dan haru atas terbitnya buku tersebut.

Dia mengaku tidak menyangka bahwa tulisan yang awalnya hanya merupakan tugas pembelajaran dapat berkembang menjadi sebuah buku yang dibaca banyak orang.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada guru Bahasa Jawa dan seluruh bapak ibu guru yang telah membimbing dan memotivasi kami. Buku ini menjadi bukti bahwa kami, sebagai siswa madrasah, juga mampu berkarya dan ikut melestarikan budaya Jawa,” ujarnya.

Dia berharap antologi ini dapat menginspirasi adik kelas untuk terus berkarya dan mencintai sastra daerah.

Usai peluncuran buku, kegiatan dilanjutkan dengan pembagian rapor kepada wali murid. Momentum ini dimanfaatkan pihak madrasah untuk menyampaikan capaian pembelajaran siswa sekaligus memperkuat sinergi antara sekolah dan orang tua dalam mendampingi pendidikan anak.

Suasana silaturrahim terasa hangat, terlebih dengan adanya kebanggaan bersama atas prestasi literasi yang diraih siswa.

Kepala MTs Muhammadiyah 4 Bulubrangsi, Helmi Rohmanto, S.Pd.I, menegaskan bahwa madrasah akan terus mendorong kegiatan literasi, baik melalui bahasa daerah, bahasa Indonesia, maupun bahasa asing.

Menurutnya, peluncuran buku sastra Jawa ini merupakan bagian dari komitmen madrasah dalam mencetak generasi yang berilmu, berakhlak, dan berbudaya.

“Madrasah harus menjadi ruang tumbuh bagi kreativitas siswa. Kami ingin anak-anak tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki kepekaan budaya dan karakter yang kuat,” ujarnya.

Dengan diluncurkannya buku Antologi Sastra Jawa karya siswa ini, MTs Muhammadiyah 4 Bulubrangsi tidak hanya menunjukkan prestasi akademik, tetapi juga peran aktifnya dalam pelestarian budaya lokal.

Kegiatan tersebut menjadi bukti bahwa madrasah mampu menjadi pusat pendidikan sekaligus pusat kebudayaan yang relevan dengan perkembangan zaman, tanpa kehilangan akar tradisi yang menjadi jati diri bangsa. (*)

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments