Suasana pembelajaran di Kelas VI MI Muhammadiyah 14 Pambon, Brondong, Lamongan, tampak berbeda dari biasanya. Kelas tidak hanya diisi deretan bangku dan buku pelajaran, tetapi menjelma menjadi ruang dialog yang hidup. Melalui pembelajaran Bahasa Indonesia yang inovatif, siswa diajak merajut kata dan menyemai gagasan secara aktif.
Di bawah bimbingan Guru Mata Pelajaran Bahasa Indonesia, Maftuhah, M.Pd., siswa mengikuti proses pembelajaran berbasis diskusi. Metode ini mendorong mereka untuk bertukar pikiran, menyampaikan pendapat, serta mengembangkan keberanian berbicara di depan umum.
Selain itu, pembelajaran juga diarahkan untuk melatih kemampuan berpikir kritis dan menumbuhkan sikap saling menghargai perbedaan pendapat.
Diskusi dilaksanakan dengan membagi siswa ke dalam kelompok-kelompok kecil. Setiap kelompok membaca materi, mendiskusikan pokok bahasan, kemudian mempresentasikan hasil pemikiran di hadapan kelas.
Dalam proses tersebut, siswa diberi ruang untuk menyampaikan pendapat, menyanggah secara santun, serta mengemukakan ide secara runtut dengan menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar.
“Bahasa bukan hanya tentang kata, tetapi juga tentang keberanian menyampaikan isi pikiran dan menghargai suara orang lain,” ujar Maftuhah pada Selasa (27/1/2026).
Menurutnya, pembelajaran Bahasa Indonesia harus menjadi sarana pembentukan karakter komunikatif dan kepercayaan diri peserta didik sejak dini.
Antusiasme siswa tampak jelas selama kegiatan berlangsung. Mereka terlihat lebih aktif, percaya diri dalam mengemukakan pendapat, serta mampu bekerja sama dengan baik dalam kelompok. Diskusi tidak hanya meningkatkan pemahaman materi, tetapi juga melatih keterampilan sosial dan menumbuhkan budaya literasi di kelas.
Pembelajaran inovatif ini sejalan dengan semangat pendidikan Muhammadiyah yang menekankan pengembangan potensi intelektual, karakter, dan akhlak peserta didik. MI Muhammadiyah 14 Pambon terus berkomitmen menghadirkan pembelajaran yang bermakna, kreatif, dan relevan dengan kebutuhan zaman.
Melalui kegiatan diskusi dan pertukaran gagasan, pembelajaran Bahasa Indonesia tidak lagi sekadar mata pelajaran, melainkan menjadi jembatan bagi siswa untuk mengenal diri, memahami orang lain, serta berani bersuara secara santun dan bertanggung jawab. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments