Pembukaan Darul Arqam Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Barat menjadi momen istimewa bagi anggota Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Ustadz H.M. Isnawan, SE, MPH. Secara tak terduga, pria purna tugas dari RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta itu menerima buku Sejarah Perjalanan Muhammadiyah Magetan dari Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Magetan.
“Ini sangat spesial. Saya tidak menyangka menerima buku sejarah Muhammadiyah Magetan, yang penulisnya adalah langsung ketua PDM Magetan, yang selama ini duduk bersama saya. Luar biasa, sungguh spesial,” ujarnya saat ditemui di pelataran Aula SD Muhammadiyah 2 Barat (Sedamba) Magetan, Sabtu pagi (6/12/2025).
Temuan Sejarah tentang Masuknya Muhammadiyah ke Magetan
Setelah membaca sekilas, Isnawan—yang kini aktif di tim dana pensiun persyarikatan—menemukan bahwa Muhammadiyah pertama kali masuk ke Kabupaten Magetan melalui wilayah Kecamatan Barat.
“Saya baca sekilas, bukti dan data dokumentasinya sangat lengkap, termasuk bukti bahwa Muhammadiyah masuk Magetan melalui wilayah Barat. Saya juga melihat bukti otentik lainnya berupa rapor pendidikan HIS II Moehammadijah di Barat tahun 1939/1940 yang masih asli dengan bahasa dan tulisan Belanda,” jelasnya.
Saran Pelengkapan Sejarah Cabang dan Ortom
Isnawan kemudian memberi saran agar buku tersebut disempurnakan, khususnya pada bagian sejarah cabang Muhammadiyah dan ortom yang dinilainya belum lengkap.
“Tadi saya memberi saran kepada Pak Ketua agar isinya dilengkapi. Saya lihat sejarah cabang-cabang belum lengkap, termasuk ortom-ortomnya,” ungkapnya.
Pria alumnus Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta itu menambahkan bahwa beberapa ortom besar seperti Tapak Suci, Nasyiatul Aisyiyah, Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM), dan Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) belum tercantum dalam buku tersebut.
“Jika sudah lengkap, akan saya hubungkan dengan teman saya Pak Sayuti, sesama anggota PP, dan Pak Sekjen, Prof. Mu’ti,” pungkasnya. (*)


0 Tanggapan
Empty Comments