Kwartir Wilayah Hizbul Wathan (HW) Jawa Timur secara resmi membuka pelaksanaan offline Pelatihan Jaya Melati 2 pada Jumat (26/12/2025). Kegiatan yang berlangsung pukul 08.00–09.30 WIB tersebut digelar di Gedung Dakwah Muhammadiyah Kabupaten Kediri dan diikuti puluhan Ramanda dan Bunda pelatih qabilah serta unsur Kwartir Daerah Hizbul Wathan se-Jawa Timur.
Pelatihan Jaya Melati 2 diselenggarakan oleh Bidang Pendidikan dan Pelatihan Kwartir Wilayah Hizbul Wathan Jawa Timur sebagai upaya penguatan kapasitas pelatih dalam gerakan kepanduan Hizbul Wathan. Sebanyak 82 peserta yang telah dinyatakan lulus Pelatihan Jaya Melati 1 mengikuti kegiatan ini. Mereka berasal dari berbagai Kwartir Daerah di Jawa Timur.
Hizbul Wathan merupakan gerakan kepanduan di bawah naungan Persyarikatan Muhammadiyah. Sebagai salah satu organisasi otonom Muhammadiyah, Hizbul Wathan bergerak di bidang pendidikan kepanduan dengan menekankan pembinaan karakter, kepemimpinan, kemandirian, serta penanaman nilai-nilai Islam. Sejak berdiri, Hizbul Wathan dikenal memadukan semangat kebangsaan, keislaman, dan kemuhammadiyahan dalam setiap aktivitas pendidikannya.
Pelatihan Jaya Melati, yang sering disingkat Jati, merupakan jenjang pelatihan bagi pelatih Hizbul Wathan. Jaya Melati 1 berfokus pada pembekalan dasar kepelatihan, pemahaman ideologi, serta metodologi pendidikan kepanduan HW. Adapun Jaya Melati 2 menjadi jenjang lanjutan yang menekankan pendalaman peran pelatih sebagai pendidik, penggerak, dan kader persyarikatan yang mampu menjawab tantangan zaman.
Pelaksanaan Pelatihan Jaya Melati 2 dilakukan secara terpadu melalui tahapan daring dan luring. Sesi daring telah dilaksanakan pada 8–12 Desember 2025 melalui Zoom Meeting. Sementara itu, sesi luring dilaksanakan pada 26–28 Desember 2025 di Gedung Dakwah Muhammadiyah Kabupaten Kediri yang beralamat di Jalan Seruji Nomor 15, Gurah II, Desa Gurah, Kecamatan Gurah, Kabupaten Kediri. Gedung tersebut merupakan salah satu pusat kegiatan dakwah dan persyarikatan Muhammadiyah di Kabupaten Kediri.
Sebanyak 82 peserta Pelatihan Jaya Melati 2 dibagi dalam tiga kelompok, yaitu pelatih Athfal termasuk Tunas Athfal, pelatih Pengenal, serta pelatih Penghela dan Penuntun. Pembagian ini dilakukan agar materi pelatihan lebih fokus dan sesuai dengan jenjang peserta didik dalam kepanduan Hizbul Wathan.
Ketua Panitia, Ramanda Paijan, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas kehadiran seluruh peserta. Ia juga menyampaikan permohonan maaf apabila terdapat kekurangan selama pelaksanaan kegiatan. “Pelatihan ini diikuti sekitar 82 peserta yang terbagi dalam tiga kelompok dan akan berlangsung selama tiga hari dua malam,” ujarnya.
Sambutan berikutnya disampaikan oleh Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Kediri yang diwakili Sekretaris PDM, Ayahanda Affan. Ia berharap Hizbul Wathan terus berkembang dengan pendekatan yang lebih fleksibel dan menarik.
“Semoga HW dengan pendekatan yang tidak kaku semakin diminati dan mampu melahirkan kader Muhammadiyah. Bagi yang bekerja di AUM, hendaknya aktif mengikuti kegiatan Muhammadiyah, karena organisasi otonom wajib ada di AUM. Semoga kegiatan ini berjalan dengan gembira dan menggembirakan,” tuturnya.
Sementara itu, Kwartir Wilayah Hizbul Wathan Jawa Timur yang diwakili Ramanda Khusnul Abidin menekankan pentingnya peran pelatih sebagai penggerak.
“Semoga para pelatih semakin bersemangat dan mampu menjadi penggerak, bukan sekadar penonton. Terima kasih kepada panitia atas pelayanan yang luar biasa. Kegiatan ini mampu mengumpulkan anak-anak muda dalam kegiatan yang menyenangkan dan relevan dengan perkembangan zaman,” katanya.
Ia juga menegaskan kekhasan pendidikan Hizbul Wathan dibandingkan kepanduan lainnya.
“Pola pendidikan di HW memiliki kekhasan, salah satunya penanaman akidah Islam yang menjadi tujuan Muhammadiyah. Kegiatan seperti jurit malam dapat diganti dengan salat malam. Setelah anak-anak merasa senang, barulah diberikan pendidikan. Semoga lahir kader Hizbul Wathan yang militan dan kegiatan ini menjadi ladang dakwah,” pungkasnya.
Melalui Pelatihan Jaya Melati 2 ini, para pelatih Hizbul Wathan di Jawa Timur diharapkan semakin siap berperan sebagai pendidik, penggerak, dan kader persyarikatan yang mampu membawa nilai-nilai Islam berkemajuan dalam bingkai kepanduan Muhammadiyah. (*)






0 Tanggapan
Empty Comments