Pimpinan Ranting Ikatan Pelajar Muhammadiyah (PR IPM) Madrasah Aliyah Muhammadiyah 02 Pondok Modern Paciran (Mamda) resmi melakukan pemekaran kepemimpinan menjadi dua ranting, yakni PR IPM Putra dan PR IPM Putri periode 2026–2027.
Langkah ini menjadi momentum strategis dalam memperluas ruang kaderisasi sekaligus memperkuat sistem organisasi di lingkungan madrasah.
Keputusan pemekaran tersebut merupakan hasil Musyawarah Ranting (Musyran) XLII yang digelar pada Ahad (8/2/2026), kemudian ditindaklanjuti dengan pelantikan personalia pada Ahad (15/2/2026) di Aula Mamda Pondok Modern Paciran.
Musyran XLII: Awal Regenerasi dan Bibit Pemekaran
Musyran XLII PR IPM MAMDA diikuti seluruh siswa kelas X hingga XII sebagai musyawirin yang memiliki hak suara dalam menentukan arah kepemimpinan organisasi.
Mengusung tema “Regenerasi Kolektif: Manifesting Arunika”, forum ini menegaskan pentingnya semangat bergerak bersama dalam menghadirkan harapan dan gagasan baru demi keberlanjutan organisasi.
Ketua Umum PR IPM periode sebelumnya, Abdul Hakam Mubarok, menegaskan bahwa Musyran bukan sekadar agenda seremonial, melainkan forum strategis yang menentukan masa depan organisasi.
“Kita akan membuka tangan dan menerima secara terbuka kritik, saran, dan masukan dari kalian semua,” ujarnya saat menyampaikan laporan pertanggungjawaban.
Kepala Mamda Pondok Modern Paciran, Wasli Fauqi, S.Kom., dalam sambutannya menekankan bahwa regenerasi adalah napas kehidupan organisasi. Tanpa kader penerus, organisasi akan kehilangan arah dan daya hidupnya.
“Organisasi akan mati jika tanpa kader penerus. Kalianlah yang nantinya akan menggantikan posisi guru-guru dan kakak kalian di depan,” tuturnya sebelum secara resmi membuka Musyran.
Rangkaian kegiatan berlangsung tertib dan demokratis, mulai dari bedah tema, pidato iftitah, pembacaan tata tertib, laporan pertanggungjawaban, hingga proses pemilihan formatur.
Musyran XLII menjadi istimewa karena menjadi titik awal pemekaran PR IPM MAMDA yang sebelumnya masih tergabung antara putra dan putri.
Dari hasil pemilihan formatur, terpilih sebagai berikut:
PR IPM Mamda Putra
Ketua Umum: Bintang Fajrul Islami
Sekretaris Umum: Afif Albab Al-Muslich
PR IPM Mamda Putri
Ketua Umum: Salma Talitha Indri Pramita
Sekretaris Umum: Mawar Hasna Audina
Pemilihan ini sekaligus menandai lahirnya dua kepemimpinan baru dalam satu atap Mamda Pondok Modern Paciran.
Pelantikan PR IPM Mamda: Pengukuhan Amanah dan Sinergi
Satu pekan pasca-Musyran, pelantikan personalia PR IPM Mamda Putra dan Putri periode 2026–2027 dilaksanakan secara khidmat.
Acara tersebut dihadiri Kepala Madrasah beserta jajaran, wali kelas, PR IPM se-Pondok Modern Paciran, serta seluruh siswa Mamda. Prosesi pelantikan dipimpin langsung oleh Pimpinan Cabang IPM Paciran.
Dalam sambutannya, Wasli Fauqi, S.Kom., menegaskan bahwa organisasi adalah sebuah sistem. Jika satu bagian tidak bekerja, maka sistem akan timpang.
Ia juga mengingatkan bahwa meskipun kini kepemimpinan dipisah antara putra dan putri, keduanya tetap harus bersinergi dan berkolaborasi demi kemajuan bersama.
“Jangan ragu meminta kritik dan saran. Pemimpin bukanlah superior, tetapi memiliki fungsi dan peran masing-masing untuk melayani,” pesannya. Ia juga menegaskan pentingnya pendampingan dari personalia lama agar proses regenerasi berjalan optimal.
Ketua Pimpinan Cabang IPM Paciran, Farel Adi Prasetyo, turut menyampaikan bahwa amanah kepemimpinan bukan sekadar kehormatan, melainkan tanggung jawab yang kelak dipertanggungjawabkan di hadapan umat, persyarikatan, dan Allah SWT.
Ia juga membuka ruang pendampingan dari tingkat cabang bagi PR IPM Mamda.
Ketua Umum PR IPM Putra, Bintang Fajrul Islami, menyampaikan rasa syukur dan komitmennya untuk membangun komunikasi serta kerja sama yang solid dalam menghadapi tantangan pemekaran.
“Jadikan momentum ini untuk bergerak bersama, saling mendukung demi kepentingan organisasi di atas kepentingan pribadi,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Umum PR IPM Putri, Salma Talitha Indri Pramita, mengajak seluruh personalia untuk membangun kenyamanan dalam keluarga organisasi.
“Di sini bukan tentang siapa yang paling mampu, tetapi siapa yang siap bekerja dan menghadapi tantangan bersama,” tuturnya.






0 Tanggapan
Empty Comments