Sejumlah pemuda Muhammadiyah Desa Pelangwot, Kecamatan Laren, Kabupaten Lamongan, menginisiasi program sosial bertajuk “sedekah sampah” yang bertujuan membantu pembiayaan pendidikan anak-anak kurang mampu di lingkungan mereka.
Gagasan tersebut berawal dari obrolan santai para pemuda saat berkumpul dan ngopi menjelang Hari Raya Idul Fitri. Dalam suasana hangat itu, muncul keresahan bersama terkait masih banyaknya anak di desa yang mengalami kesulitan dalam memenuhi kebutuhan pendidikan.
“Awalnya hanya obrolan ringan, tapi kami merasa harus ada langkah nyata yang bisa dilakukan bersama,” ujar Miftahul Huda, sekretaris Pimpinan Ranting Muhammadiyah setempat.
Dari diskusi tersebut, lahirlah ide untuk mengelola sampah menjadi sesuatu yang bernilai ekonomi. Program ini kemudian diberi nama “sedekah sampah”, di mana masyarakat diajak menyumbangkan sampah layak daur ulang seperti plastik, kertas, dan barang bekas lainnya. Hasil pengolahan dan penjualan sampah tersebut nantinya akan digunakan sebagai dana subsidi pendidikan.
Tidak butuh waktu lama, para pemuda langsung bergerak cepat menyosialisasikan program tersebut kepada masyarakat. Pengumuman dilakukan melalui masjid dan musala, bahkan turut disampaikan menjelang pelaksanaan salat Idul Fitri. Momentum hari besar tersebut dimanfaatkan untuk menjangkau lebih banyak warga dalam waktu singkat.
Respons masyarakat pun terbilang sangat positif. Warga tidak hanya mendukung secara moral, tetapi juga turut berpartisipasi aktif dengan mengumpulkan dan menyiapkan sampah dari rumah masing-masing untuk disedekahkan.
“Alhamdulillah, masyarakat sangat antusias. Bahkan sebelum kami datang, banyak yang sudah menyiapkan sampahnya,” ungkap Thomas, salah satu pelaksana kegiatan.
Pada pelaksanaan perdananya yang bertepatan dengan Hari Raya Idul Fitri, program ini berhasil mengumpulkan sekitar satu ton sampah. Jumlah tersebut dinilai cukup besar untuk tahap awal, sekaligus menjadi bukti bahwa kesadaran masyarakat terhadap kepedulian sosial dan lingkungan mulai tumbuh.
Meski dilaksanakan pada momentum Lebaran, para pemuda Muhammadiyah menegaskan bahwa program “sedekah sampah” bukanlah kegiatan sesaat. Mereka berkomitmen menjadikannya sebagai gerakan berkelanjutan yang rutin dilakukan demi mendukung pendidikan anak-anak yang membutuhkan.
Ke depan, program ini diharapkan tidak hanya membantu dari sisi ekonomi, tetapi juga mampu menumbuhkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pengelolaan sampah serta semangat gotong royong.
Dengan semangat kolaborasi dan kepedulian, “sedekah sampah” menjadi contoh nyata bahwa solusi sederhana dari masyarakat dapat memberikan dampak besar, terutama bagi masa depan generasi muda.





0 Tanggapan
Empty Comments