
PWMU.CO-Suasana di Tempat Pembuangan Akhir Sampah (TPAS) Ngipik Gresik berbeda dari hari biasanya, Kamis (31/10/2019). Sejak pagi pukul 06.00 puluhan pemulung berkumpul mengikuti sosialisasi kesehatan.
Acara ini digelar oleh Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Gresik, Lembaga Dakwah Khusus (LDK) dan Lazismu. Kegiatan ini cara bertema Peduli Kesehatan untuk Indonesia Berkemajuan.
Pertama mendengarkan pengajian oleh Ustadz Muchtar Buchori. Setelah itu sosialisasi cara mencuci tangan yang bersih dipandu pengurus Bidang Kesehatan IMM Nia Ambarwati..
”Para pekerja ini sering tidak memakai sarung tangan. Alhasil di tangannya banyak debu yang menempel. Berisiko terkontaminasi banyak penyakit. Maka belajar cuci tangan yang benar perlu dilakukan,” ujar Nia yang kuliah di jurusan Keperawatan Universitas Airlangga.
Lingkungan tempat tinggal pemulung juga rawan penyakit. ”Mereka tinggal di rumah-rumah mungil dari triplek di dekat TPAS ini,” ujarnya.
Setelah selesai sosialisasi praktek mencuci tangan, diakhiri dengan makan bersama dan pembagian sembako, masker serta sarung tangan untuk menunjang aktivitas pemulung dan petugas kebersihan.
Ketua Lembaga Dakwah Khusus (LDK) Pimpinan Daerah Muhammadiyah Gresik Murdiono menjelaskan, pemulung di sini sekitar 80 orang. Petugas kebersihan ada 30 orang.
”Kebanyakan bukan berasal dari Gresik. Bahkan ada yang dari Jawa Tengah juga. Perhatian kita untuk mendakwahi mereka sangat penting,” ujarnya.
Salah satu pemulung Mastinah mengatakan, acara kali ini selingan kerja dan pengingat hidup. Dia merasa senang mendapat perhatian dari panitia acara ini. ”Selama ini yang kami pikirkan uang, uang, uang. Lupa ibadah. Terima kasih sudah diingatkan,” ujarnya.
Mastinah berasal dari Manyar ini gembira menerima bantuan. ”Terima kasih diajarkan hidup bersih dan bantuan beras. Hari ini tidak usah beli beras karena diberi Muhammadiyah,” tambahnya. (*)
Penulis Liesna Editor Sugeng Purwanto





0 Tanggapan
Empty Comments