Program pengabdian masyarakat dosen Universitas Muhammadiyah Surabaya (UM Surabaya) yang didanai oleh Direktorat Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM) Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Tahun 2025 hadir di SD Muhammadiyah 9 Surabaya.
Kegiatan dengan agenda pengenalan ekosistem mangrove ini bertujuan menanamkan kesadaran ekologis sejak dini kepada siswa sekolah dasar, Rabu (20/8/2025).
Dalam sosialisasi tersebut, para siswa diperkenalkan pada pentingnya hutan mangrove bagi kehidupan. Materi yang disampaikan mencakup fungsi mangrove dalam menjaga ekosistem pesisir, melindungi pantai dari abrasi, menjadi habitat bagi berbagai biota laut, hingga peranannya dalam menyerap karbon yang berdampak pada mitigasi perubahan iklim.
Penyampaian dilakukan dengan metode interaktif, seperti pemutaran video, gambar ilustrasi, hingga kuis ringan agar siswa lebih mudah memahami.
Ketua tim pengabdian Ir Ruspeni Daesusi MKes menyampaikan bahwa pendidikan lingkungan harus dimulai sejak usia sekolah dasar agar mampu membentuk generasi yang peduli alam.

SD Bahari ini adalah sekolah yang unik karena letaknya di pesisir pantai sehingga sesuai dengan program ini.
“Mangrove bukan hanya tanaman pantai, tetapi benteng hidup yang melindungi manusia. Dengan mengenalkan ekosistem mangrove sejak dini, kita sedang menanamkan rasa cinta dan tanggung jawab kepada anak-anak untuk menjaga lingkungan di masa depan,” ujarnya.
Siswa terlihat antusias mengikuti kegiatan. Banyak di antara mereka yang baru mengetahui bahwa mangrove memiliki manfaat begitu besar, tidak hanya bagi hewan laut, tetapi juga bagi kehidupan manusia.
Guru pendamping SD Muhammadiyah 9 Surabaya mengapresiasi kegiatan ini karena mampu menghadirkan pengalaman belajar yang berbeda dari rutinitas di kelas.
Program pengabdian masyarakat ini diharapkan dapat memperkuat literasi lingkungan sekaligus mendorong keterlibatan sekolah dasar dalam gerakan pelestarian ekosistem mangrove. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments