
PWMU.CO – Pengajian Ahad Pagi (PAP) masjid Al Ihsan Pimpinan Cabang Muhammadiyah Kalibaru, mengambil tema “Berlomba-lomba menggapai kebaikan”. Bertindak sebagai narasumber Ustad Sardiyanto SPd yang juga ketua PCM Kalibaru, Ahad (08/09/2024).
Hadir dalam pengajian ini kurang lebih 150 orang warga Muhammadiyah dan simpatisannya. Tidak hanya warga PCM Kalibaru, beberapa warga PCM Glenmore juga tampak ikut bergabung bersama mengikuti jalannya PAP. Yang lebih berkesan lagi adalah kehadiran warga baru PCM Kalibaru yang berasal dari ranting Kalibarukulon yang baru dibentuk sebulan yang lalu.
Ustad Sardiyanto mengawali ceramahnya dengan mengutip Quran surat Al Mulk ayat 1 dan 2, yang artinya “Mahasuci Allah yang menguasai Kerajaan, dan Dia Mahakuasa atas segala sesuatu. Yang menciptakan mati dan hidup untuk menguji kamu, siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya, Dia Mahaperkasa dan Maha Pengampun.”
Ia menjelaskan, Allah menciptakan mati dan hidup manusia itu untuk menguji siapa di antara manusia yang paling baik amalnya. Bahkan pada ayat yang lain Allah berfirman “Tidak aku ciptakan jin dan manusia kecuali nntuk beribadah.” Beribadah di sini artinya melakukan kebaikan. Jadi, manusia diciptakan hanya untuk melakukan kebaikan. Berlomba-lombalah untuk menggapai kebaikan.
Kebaikan Sejak Bangun Tidur
Selanjutnya, Ustad Sardiyanto mengajak para jamaah untuk melakukan kebaikan itu sejak bangun tidur. Islam mengajarkan begitu terbangun dari tidur kita berdoa. Ini mengandung makna bahwa selain agar senantiasa mengingat kepada Allah sejak membuka mata, kita sudah diingatkan untuk menata niat, apa yang akan kita lakukan selama hari ini. Niat dan segala yang akan dilakukan selama satu hari ini sudah direncanakan sejak membuka mata.
Ustadz Sardiyanto menambahkan, mengapa kita harus memulai niat terhadap semua aktivitas kita sejak bangun tidur? Tidak ada ruginya jika setiap saat kita berniat untuk melakukan kebaikan. Allah akan mencatat semua niat baik kita sebagai satu kebaikan, meskipun niat itu belum bisa dilaksanakan. Namun, jika niat itu dapat ditunaikan kebaikan yang diperoleh akan dilipatgandakan oleh Allah swt.
“Sebaliknya, jika kita berniat tidak baik, Allah tidak akan mencatat niat kita sebagai keburukan selama niat itu tidak kita laksanakan. Ini menunjukkan kepada kita betapa kasih sayang Allah kepada manusia sangat luar biasa. Kebaikan manusia akan dilipatgandakan, sementara keburukan yang hanya tercatat ketika itu dilakukan, dan tidak dilipatgandakan sebagaimana kebaikan dilakukan,” tuturnya.
Berbuat baik kepada orang lain ternyata sama saja dengan berbuat baik pada diri sendiri. Hal ini menjadi dasar bagi umat muslim untuk senantiasa memelihara kebaikan dan mengamalkan dalam kehidupan sehari-hari.
Allah berfirman dalam Quran surat Al Isra ayat 7, “In ahsantum ahsantum li anfusikum, wa in asa’tum fa laha.” Yang artinya “Jika berbuat baik, berarti kamu telah berbuat baik untuk dirimu sendiri, jika kamu berbuat jahad, kerugian dari kejahatanmu itu akan kembali kepada dirimu sendiri.”
Di akhir tausiahnya, Ustad Sardiyanto mengajak kepada semua jamah untuk terus memperbanyak niat baiknya. Niat baik tidak usah dibatasi karena jika tidak bisa ditunaikan Allah akan tetap mencatat sebagai kebaikan. Namun, jika dapat ditunaikan maka akan mendapatkan kebaikan yang berlipat ganda. (*)
Penulis Sarwito Editor Amanat Solikah






0 Tanggapan
Empty Comments