Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Pengajian Ahad Pagi Masjid Faqih Usman Gresik: Tegaskan Ilmu, Iman, dan Amal sebagai Pilar Agama

Iklan Landscape Smamda
Pengajian Ahad Pagi Masjid Faqih Usman Gresik: Tegaskan Ilmu, Iman, dan Amal sebagai Pilar Agama
pwmu.co -
Pengajian ahad pagi masjid faqih usman. (Istimewa/PWMU.CO)
Pengajian ahad pagi masjid faqih usman. (Istimewa/PWMU.CO)

PWMU.CO – Di tengah derasnya arus informasi dan derasnya tantangan zaman, Masjid Faqih Usman Gresik kembali menghadirkan oase spiritual melalui pengajian Ahad pagi. Agenda tersebut disambut antusias oleh ratusan jamaah, termasuk mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi. Tak terkecuali Maharani Ayuningtyas, seorang mahasiswi jurusan Farmasi, yang rela berangkat sejak sebelum subuh demi mengikuti pengajian yang dinilai sangat penting ini.

Kali ini, pengajian menghadirkan narasumber istimewa, Fiqih Risalah PhD yang menyampaikan tema mendalam dan relevan: “Ilmu, Iman, dan Amal sebagai Pilar Agama.”

Dalam kajiannya, Fiqih menekankan bahwa ilmu bukanlah tujuan akhir, melainkan pintu masuk menuju iman dan pendorong bagi amal saleh. Ilmu yang hanya berhenti pada dimensi intelektual akan melahirkan kesombongan atau bahkan kesesatan jika tidak diarahkan oleh nilai-nilai spiritual.

“Ilmu dikembangkan oleh akal, tapi Islam mengarahkannya pada jalan spiritual. Tanpa iman, ilmu bisa menyesatkan,” tegas beliau.

Beliau juga menyoroti perbedaan cara pandang antara dunia Barat dan Islam dalam mengembangkan ilmu. Jika Barat memulai dari keraguan dan menuhankan data empiris, maka Islam membangun ilmu dari keyakinan, logika, dan spiritualitas yang mengarah kepada pengenalan Tuhan.

“Sains memang bersandar pada hal-hal yang bisa diuji dan dilihat. Tapi ilmu dalam Islam mencakup juga yang rasional dan spiritual,” jelasnya lebih lanjut.

Dalam penjelasannya, Faqih mengutip ayat al Quran:

رَبَّنَا مَا خَلَقْتَ هَذَا بَاطِلًا

(“Ya Tuhan kami, tidaklah Engkau menciptakan ini semua dengan sia-sia…”) [QS. Ali Imran: 191]

Iklan RSI Siti Aisyah Madiun

Integrasi Ilmu, Iman, dan Amal

yang menunjukkan bahwa ilmu seharusnya menuntun manusia untuk mengenal Penciptanya, bukan menjauh dari-Nya.

Ia juga menyampaikan pentingnya memahami hadis kedua dari Arba’in An-Nawawi, yang menyebutkan bahwa ilmu datang sebelum iman. Dengan ilmu, seseorang bisa memahami siapa Tuhannya, apa kewajibannya, dan bagaimana seharusnya ia beramal.

Sebagai penutup, beliau menyampaikan konsep Ihsan, puncak integrasi antara ilmu, iman, dan amal, yaitu beribadah seolah-olah melihat Allah, dan jika tidak mampu, maka sadarlah bahwa Allah senantiasa melihat kita.

Pengajian ini menjadi refleksi penting akan fungsi dakwah, khususnya bagi kalangan muda. Dalam dunia yang serba cepat, penuh tantangan moral, dan dikuasai oleh logika materialisme, pemuda seringkali kehilangan arah. Tanpa bekal spiritual, ilmu bisa menjadi alat pembenaran nafsu, bukan kebaikan.

Melalui forum pengajian seperti ini, dakwah berperan mengarahkan pemuda untuk tidak hanya pintar secara akademik, tapi juga bijak secara spiritual. Mereka didorong untuk tidak sekadar mengejar gelar dan karier, tetapi juga membangun makna hidup dan kontribusi sosial yang sesuai dengan nilai-nilai Islam.

Dengan mengikuti dakwah, pemuda memahami bahwa ilmu adalah jalan menuju iman, dan iman adalah landasan amal. Inilah yang akan menjadikan mereka pribadi utuh—cerdas, berakhlak, dan peduli terhadap umat. (*)

Penulis Nita Aulia Mazidah Editor Amanat Solikah

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu
Logo Depan Satriadev
Logo Belakang Satriadev
⚡ 1 Dekade ⚡