Pengajian Cabang Aisyiyah (PCA) Batu kembali digelar di Masjid At-Taqwa Kota Batu, Selasa (2/12/2025). Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga sarana edukasi dan penguatan peran keluarga dalam menghadapi tantangan era digital.
Ketua PCA Batu, Eka Mustikawati, menyampaikan capaian penggalangan donasi peduli bencana yang telah terkumpul sebesar Rp4 juta dan akan dilanjutkan dengan tahap kedua.
“Selain donasi uang, mulai pengajian ini kami juga menggerakkan donasi sampah kering sebagai bentuk kepedulian lingkungan,” jelasnya.
Pengajian mengusung tema “Tugas Orang Tua dalam Mendidik Anak di Era Digital” yang disampaikan oleh Dra. Yumai Astutik, M.Si., psikolog dari Puspaga/Pokja I PKK Kota Batu. Dalam paparannya, Yumai mengungkap berbagai tantangan yang dihadapi anak dan remaja di tengah paparan dunia digital.
“Situasi anak-anak kita tidak selalu baik-baik saja. Mereka rentan terpapar pelecehan seksual, narkoba, kecanduan game kekerasan, hingga pengaruh perilaku menyimpang sejak dini. Belum lagi ancaman judi online yang telah merusak banyak keluarga,” ujarnya.
Yumai menegaskan bahwa orang tua memiliki peran sentral dalam mendidik anak melalui pengasuhan yang aman dan penuh kasih. Ia mendorong duet pengasuhan antara ayah dan ibu, serta kemampuan mendengarkan aktif tanpa menghakimi.
“Mendengarkan aktif adalah cara sederhana namun luar biasa untuk mengisi ‘tangki cinta’ anak. Dengan itu, anak merasa dihargai, dipercaya, dan nyaman bercerita,” jelasnya.
Yumai juga memaparkan tahapan keterjerumusan anak dalam konten negatif—mulai dari terpapar, adiksi, eskalasi, hingga praktik nyata—yang berkaitan dengan fungsi korteks, limbik, dan otak reptil.
Selain itu, ia mengenalkan hipnoparenting sebagai upaya membentuk karakter anak melalui kebiasaan positif, termasuk membisikkan ungkapan maaf dan kasih sayang saat memeluk mereka.
Pengajian ditutup dengan pesan agar keluarga menjadi benteng utama dalam melindungi anak dari dampak negatif digital serta menciptakan rumah yang harmonis dan penuh cinta.
“Keluarga yang kuat berawal dari pengasuhan yang konsisten dan komunikasi yang hangat,” pungkas Yumai.


0 Tanggapan
Empty Comments