PWMU.CO – RS PKU Muhammadiyah Surabaya terus berupaya menguatkan sisi spiritual karyawannya melalui pengajian rutin yang digelar dua pekan sekali, setiap hari Rabu. Pada bulan Agustus 2025, jadwal pengajian ini disesuaikan menjadi setiap Rabu di pekan ganjil, yakni tanggal 6 dan 20 Agustus 2025.
Pengajian pertama yang berlangsung pada Rabu (6/8/2025) menghadirkan Ustaz Koko Soesantho SAg MSi. dengan tema “Kunci Pembuka dan Penutup Keluasan Rezeki”. Kajian ini menjadi pengingat penting bagi seluruh peserta bahwa rezeki tidak semata soal materi, tetapi juga mencakup ketenteraman, kenyamanan, hingga kebahagiaan yang bersumber dari kemurahan Allah Swt.
“Tidak hanya materi, kebahagiaan, ketentraman, dan kenyamanan juga termasuk rezeki yang harus kita syukuri,” tutur Ustaz Koko dalam tausiyahnya, sambil mengutip QS Saba’ ayat 36 serta QS Fatir ayat 28 dan 29.
Dalam kesempatan itu, ia menegaskan pentingnya membuka pintu rezeki melalui sikap saling berbagi dan peduli kepada sesama. “Ketika kita membuka pintu untuk berbagi, maka Allah akan membuka pintu rezeki yang tidak terduga,” ujarnya.
Ustaz Koko juga menguraikan tiga bentuk rezeki yang bisa dipahami dalam kehidupan sehari-hari. Pertama adalah rezeki berupa kesadaran, yakni pemahaman bahwa setiap nikmat berasal dari Allah Swt. Kesadaran ini membentuk sikap qana’ah atau merasa cukup, serta mendorong manusia untuk memaknai setiap ujian sebagai bagian dari kasih sayang Allah.
Ia juga menyebutkan bahwa kesehatan, waktu, dan kemampuan bekerja adalah bentuk rezeki yang patut disyukuri. Hal ini ditegaskan melalui firman Allah, “Dan Dia memberimu rezeki dari apa yang tidak kamu harapkan” (QS At-Talaq: 3).
Bentuk kedua adalah rezeki cinta, yang mencakup keharmonisan dalam hubungan antarmanusia. Di lingkungan rumah sakit, hal ini bisa diterjemahkan dalam bentuk pelayanan empatik kepada pasien, mempererat ukhuwah antarpegawai, serta menebarkan senyum sebagai bentuk sedekah. Ustaz Koko mengaitkan hal ini dengan ayat, “Dan Dia menciptakan di antara kamu rasa cinta dan kasih sayang” (QS Ar-Rum: 21).
Sedangkan bentuk rezeki ketiga adalah berbagi kebaikan. Rezeki ini, menurutnya, justru akan bertambah jika dibagikan kepada orang lain. Di lingkungan RS PKU Muhammadiyah Surabaya, hal ini bisa diwujudkan dalam bentuk membimbing rekan kerja yang lebih junior, menyisihkan sebagian pendapatan untuk pasien tidak mampu, atau sekadar menyempatkan waktu menjenguk rekan yang sedang sakit.
Dalam suasana yang khidmat, banyak peserta pengajian merasa mendapatkan pemahaman baru tentang makna rezeki yang lebih luas dan dalam.
“Alhamdulillah, tausiyah hari ini sangat menyentuh hati. Kita diingatkan bahwa rezeki itu luas maknanya, tidak sekadar materi,” ungkap salah satu peserta usai acara.
Pengajian rutin ini merupakan salah satu wujud komitmen RS PKU Muhammadiyah Surabaya dalam membangun keseimbangan antara profesionalisme kerja dan kekuatan spiritual karyawan. Diharapkan melalui kegiatan ini, akan tercipta lingkungan kerja yang harmonis, produktif, dan penuh keberkahan. (*)






0 Tanggapan
Empty Comments