
PWMU.CO – Pengajian umum Sabtu malam Ahad (Salamah) yang dilaksanakan pada Sabtu (22/02/2025) bertempat di Masjid Al-Falah Jalen mengetengahkan tema Menyambut Ramadan dengan Riang Gembira.
Salamah merupakan salah satu program pengajian bulanan bersifat umum dari Masjid Al-Falah Jalen Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Jalen, Genteng, Banyuwangi yang sudah berjalan hampir sepuluh tahun.
Saat ini, Salamah terus berkembang terutama jumlah para jamaahnya, kalau di awal terbentuknya Salamah hanya dihadiri kalangan warga Muhammadiyah PRM Jalen, namun dua tahun terakhir sudah banyak jamaah dari warga Muhammadiyah di luar PRM Jalen, maupun warga simpatisan di luar anggota Muhammadiyah.
Program Kegiatan Keagamaan Takmir Al-Falah
Pengajian dimulai tepat pukul 19.30 WIB seusai shalat isya berjamaah dengan diawali dengan pembukaan dan sambutan oleh ketua takmir masjid Al-Falah Jalen, H. Nawachid MPd.
Dalam sambutannya, ketua takmir melaporkan kegiatan yang ada di Masjid Al-Falah kepada ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Banyuwangi, Dr. Mukhlis MSi selaku penceramah pengajian Salamah.
Di Masjid Al-Falah memiliki kegiatan mingguan, yaitu kajian tafsir al-Quran malam Rabu, kajian hadits shahih malam Ahad, kultum subuh setiap Selasa dan Jumat pagi, kajian tafsir Ibnu Katsir malam Jumat (Musholla Miftahul Jannah), dan kajian Bulughul Marom malam Selasa (Musholla Miftahul Jannah).
“Di samping itu ada Taman Pendidikan Quran (TPA) Sahabat dan Diniyah Nurul Falah, yang paling bungsu adalah pembelajaran al-Quran dasar bagi bapak-bapak usia lanjut,” ungkap Nawachid.

Menyambut Ramadan Dengan Riang Gembira
Setelah sambutan ketua takmir Al-Falah, dilanjutkan dengan acara inti, yaitu pengajian umum yang disampaikan oleh Dr. H. Mukhlis MSi yang mengupas persiapan Ramadan, khususnya warga Muhammadiyah agar mengikuti jadwal Ramadan yang telah diterbitkan oleh Pimpinan Pusat Muhammadiyah.
Seandainya nanti terjadi penentuan tanggal awal Ramadan, tidak usah saling gontok-gontokan, tidak usah saling menyerang untuk berebut kebenaran sebagai jamaah intelek warga Muhammadiyah sangat menghargai perbedaan.
“Bagaimanapun jika proses penentuan awal Ramadan menggunakan metode berbeda, sudah barang tentu kemungkinan besar perbedaan akan terjadi, antara rukyatul hilal dan hisab jika dilaksanakan dengan benar-benar mengharap ridho Allah, semuanya benar,” ujar H. Mukhlis.
Dalam ceramah selanjutnya, H. Mukhlis menyitir al-Quran surat Fathir ayat 32, bahwa dalam menerima ajaran kebenaran termasuk kebenaran sekaligus kewajiban menjalankan ibadah puasa Ramadhan, manusia terbagi menjadi tiga kelompok, yaitu:
- Kelompok Dholimun Linafsihi, yang secara terang-terangan kelompok ini tidak percaya bahkan menentang firman tentang segala keistimewaan puasa pada bulan Ramadan.
- Kelompok Muqtasid, mereka selalu berada dalam keragu-raguan, di satu sisi ikut puasa, ikut tarawih tapi di sisi lain maksiat jalan terus.
- Kelompok Sabiqun Bilkhairat, mereka inilah orang-orang yang dengan riang gembira menyambut perintah Allah karena semata-mata hanya mengharapkan ridho-Nya.
“Semoga kita semua digolongkan kepada kelompok yang ketiga dan dipertemukan bulan berkah yang tinggal menghitung jari,” ujar H. Mukhlis mengakhiri ceramahnya.(*)
Penulis Abdul Muntholib Editor Zahrah Khairani Karim






0 Tanggapan
Empty Comments