Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Pengawas Bina Kemenag Lamongan Tekankan Pentingnya Pembelajaran Mendalam

Iklan Landscape Smamda
Pengawas Bina Kemenag Lamongan Tekankan Pentingnya Pembelajaran Mendalam
Desain Kurikulum Oleh Pengawas Bina H. Saiful Arif, S.Pd, M.Pd (Usidah/PWMU.CO)
pwmu.co -

Kegiatan Desain Kurikulum yang digelar di MTs Muhammadiyah 4 Bulubrangsi berlangsung penuh semangat dan antusiasme pada Ahad (2/11/2025). Seluruh guru dan tenaga pendidik hadir mengikuti arahan langsung dari Pengawas Bina Kemenag Kabupaten Lamongan, H. Saiful Arif, S.Pd., M.Pd., yang menekankan pentingnya penerapan pembelajaran mendalam sebagai wujud transformasi pendidikan di era Kurikulum Merdeka.

Dalam sambutannya, H. Saiful Arif menyampaikan bahwa kegiatan ini memiliki dasar hukum yang kuat, yaitu Permendikbud No

mor 13 Tahun 2025 tentang Standar Proses Pendidikan Dasar dan Menengah. Regulasi tersebut menegaskan bahwa pembelajaran harus dilaksanakan secara aktif, bermakna, dan berpihak pada peserta didik.

“Pembelajaran mendalam bukan sekadar menyampaikan materi atau mengejar target kurikulum, tetapi menuntun peserta didik untuk memahami, menghayati, dan mampu mengaitkan ilmu dengan realitas kehidupannya. Pembelajaran yang mendalam itu memuliakan siswa, bukan membebani mereka,” ujar H. Saiful Arif tegas.

Ia menjelaskan lebih lanjut bahwa kerangka dasar kurikulum harus berpijak pada tiga landasan utama, yaitu landasan sosiologis, landasan psikopedagogis, dan landasan filosofis. Ketiganya menjadi fondasi penting dalam merancang proses belajar yang relevan dengan kebutuhan peserta didik dan tantangan zaman.

“Guru perlu memahami bahwa setiap keputusan pembelajaran harus berpijak pada nilai-nilai kemanusiaan dan sosial, serta memperhatikan karakter dan tahap perkembangan anak didik,” tambahnya.

Dalam konteks struktur kurikulum atau intrakurikulum, H. Saiful Arif memaparkan formasi 8-3-3-4 yang menguatkan arah pembelajaran mendalam dan fleksibel. Menurutnya, model ini membantu guru mengelola waktu, capaian kompetensi, dan penguatan karakter secara seimbang.

“Kurikulum bukan hanya tentang isi dan jadwal, melainkan tentang bagaimana menciptakan pengalaman belajar yang berkesan dan membentuk pribadi berkarakter,” jelasnya.

Lebih jauh, ia menyoroti pentingnya penguatan delapan dimensi lulusan, yakni Ketuhanan Yang Maha Esa, Kewarganegaraan, Kreativitas, Nalar Kritis, Kolaborasi, Kemandirian, Kesehatan jasmani dan mental, serta Komunikasi efektif.

UM SURABAYA

Iklan Landscape UM SURABAYA

“Prinsip pembelajaran yang mendalam harus bermakna, sadar, dan menyenangkan. Ketika siswa belajar dengan kesadaran dan kebahagiaan, maka proses itu menjadi jalan untuk memuliakan mereka. Guru bukan sekadar pengajar, tetapi penuntun yang menghidupkan semangat belajar dalam diri anak,” ungkapnya.

Kepala Madrasah, Helmi Rohmanto, S.Pd.I., yang turut hadir, menyambut baik dan mengapresiasi arahan pengawas bina tersebut. “Apa yang disampaikan Bapak Saiful Arif sangat membuka wawasan kami.

Desain kurikulum ini menjadi momentum untuk memperkuat komitmen kami dalam menghadirkan pembelajaran yang relevan, kontekstual, dan berpihak pada siswa. Kami ingin menjadikan madrasah sebagai rumah belajar yang menumbuhkan, bukan sekadar tempat mengajar,” ujarnya.

Sementara itu, Waka Kurikulum, Usidah, S.Pd.I., memberikan kesan positif atas kegiatan ini.

“Pembinaan dari pengawas membuat kami lebih memahami makna pembelajaran mendalam. Kami diajak untuk melihat siswa sebagai subjek belajar yang harus dihargai dan dimuliakan. Ini menjadi semangat baru bagi kami untuk berinovasi di kelas,” tuturnya.

Kegiatan Desain Kurikulum ini menjadi langkah strategis bagi madrasah dalam mengimplementasikan pembelajaran yang berorientasi pada kompetensi, karakter, dan kemanusiaan. Dengan semangat kolaborasi dan pembelajaran yang bermakna, madrasah diharapkan mampu melahirkan generasi berakhlak, kritis, kreatif, dan mandiri sesuai dengan nilai-nilai profil pelajar berkarakter unggul. (*)

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu