Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Penguatan MKCH di Baitul Arqom UMLA, DR Pradana Boy ZTF Tegaskan Arah Ideologis Kader

Iklan Landscape Smamda
Penguatan MKCH di Baitul Arqom UMLA, DR Pradana Boy ZTF Tegaskan Arah Ideologis Kader
Pradana Boy saat menerima sertifikat penghargaan setelah memberikan materi. (Istimewa/PWMU.CO)
pwmu.co -

Baitul Arqom Dosen dan Tenaga Kependidikan Universitas Muhammadiyah Lamongan (UMLA) menghadirkan materi strategis tentang Matan Keyakinan dan Cita-Cita Hidup Muhammadiyah (MKCH).

Materi ini disampaikan oleh DR Pradana Boy ZTF, Ketua Lembaga Pondok Pesantren PWM Jawa Timur, sebagai bagian dari penguatan ideologi dan komitmen ke-Muhammadiyahan bagi seluruh peserta, Rabu (26/2/2016)

Dalam pemaparannya, Pradana Boy menegaskan bahwa MKCH merupakan fondasi ideologis gerakan Muhammadiyah yang harus dipahami secara mendalam oleh seluruh kader, termasuk dosen dan tenaga kependidikan.

 “MKCH bukan sekadar dokumen normatif, tetapi panduan hidup dan arah perjuangan. Ia menjadi kompas dalam berpikir, bersikap, dan bertindak,” ujarnya

di hadapan peserta Baitul Arqom. Ia menjelaskan bahwa MKCH menegaskan Muhammadiyah sebagai gerakan Islam yang berlandaskan Al-Qur’an dan Sunnah, dengan tujuan menegakkan dan menjunjung tinggi agama Islam sehingga terwujud masyarakat Islam yang sebenar-benarnya.

Karena itu, keberadaan dosen dan tenaga kependidikan di perguruan tinggi Muhammadiyah tidak hanya berfungsi sebagai pekerja profesional, tetapi juga sebagai kader ideologis.

Menurutnya, tantangan zaman yang semakin kompleks menuntut penguatan keyakinan dan cita-cita hidup yang kokoh. Di tengah arus globalisasi, pragmatisme, dan krisis nilai, MKCH menjadi penegas identitas.

“Jangan sampai kita bekerja di amal usaha Muhammadiyah tetapi kehilangan ruh perjuangan Muhammadiyah,” tegasnya.

Pradana Boy juga menggarisbawahi bahwa cita-cita hidup Muhammadiyah berorientasi pada terwujudnya masyarakat Islam yang berkemajuan. Konsep ini bukan hanya retorika, tetapi agenda nyata yang diwujudkan melalui pendidikan, dakwah, pelayanan sosial, dan pemberdayaan umat. UMLA sebagai perguruan tinggi Muhammadiyah memiliki tanggung jawab besar dalam melahirkan generasi berilmu, berakhlak, dan berkemajuan.

Iklan Landscape UM SURABAYA

Ia mengutip firman Allah Swt dalam Surah Ali Imran ayat 110 “Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah.” (QS. Ali Imran: 110)

Ayat tersebut, menurutnya, menjadi landasan teologis bagi gerakan Muhammadiyah dalam membangun peradaban. Umat terbaik bukan hanya unggul secara spiritual, tetapi juga aktif menghadirkan solusi bagi persoalan sosial.

Dalam sesi dialog, peserta terlihat antusias mendiskusikan relevansi MKCH dalam konteks perguruan tinggi.

Pradana Boy menekankan pentingnya integrasi antara profesionalisme akademik dan komitmen ideologis.

 “Keunggulan akademik harus sejalan dengan komitmen dakwah. Inilah ciri khas perguruan tinggi Muhammadiyah,” tambah Dosen Universitas Muhammadiyah Malang.

Melalui Baitul Arqom ini, diharapkan dosen dan tenaga kependidikan UMLA semakin memahami jati diri Muhammadiyah, meneguhkan keyakinan, serta menginternalisasi cita-cita hidup persyarikatan dalam tugas keseharian.

“Dengan demikian, kampus tidak hanya menjadi pusat ilmu pengetahuan, tetapi juga pusat kaderisasi dan penguatan gerakan Islam berkemajuan,” (*)

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu