Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhammadiyah Jember yang tengah mengabdi di Desa Karanganyar, Kecamatan Ambulu, Kabupaten Jember, melaksanakan program pendampingan untuk pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
Selama dua minggu terakhir, mahasiswa fokus membantu pembuatan Nomor Induk Berusaha (NIB) serta pendaftaran Google Maps untuk UMKM setempat yang belum terdaftar, Senin (18/8/2025).
Terdapat tiga UMKM yang terlibat dalam program ini, yakni produsen tahu, tempe, dan kerupuk. Selama ini, usaha mereka berjalan secara tradisional tanpa memiliki legalitas usaha maupun akses promosi digital.
Dengan bimbingan mahasiswa KKN, ketiga UMKM tersebut kini telah memiliki NIB resmi melalui sistem OSS (Online Single Submission) serta terdaftar di Google Maps.
Hal ini diharapkan dapat mempermudah konsumen menemukan lokasi usaha sekaligus meningkatkan kepercayaan terhadap produk yang ditawarkan.
Program KKN Panca Pandemi
Kegiatan ini merupakan bagian dari program KKN Universitas Muhammadiyah Jember dengan tema “Penguatan UMKM Panca Pandemi.”
Sebanyak 21 mahasiswa diterjunkan di Desa Karanganyar untuk mengabdi selama 35 hari. Fokus utama mereka adalah mendukung keberlangsungan UMKM lokal agar lebih tangguh menghadapi tantangan era digital.
Ketua Kelompok 25 KKN Desa Karanganyar, Abdil, menjelaskan bahwa program ini merupakan bentuk nyata kontribusi mahasiswa bagi masyarakat.
“Kami ingin membantu UMKM agar lebih maju dan legal. Dengan adanya NIB dan pendaftaran di Google Maps, usaha masyarakat bisa lebih mudah dikenal luas,” ujarnya.
Apresiasi Pemerintah Desa dan Pelaku UMKM
Pj Kepala Desa Karanganyar Syaikhu mengapresiasi program yang dijalankan mahasiswa.
“Program ini sangat bermanfaat, terutama bagi UMKM yang belum memiliki izin resmi. Dengan adanya legalitas dan promosi digital, usaha masyarakat bisa lebih berkembang,” katanya.
Salah satu pelaku UMKM, Ibu Mudah pemilik usaha kerupuk, turut menyampaikan rasa syukur.
“Selama ini kami tidak tahu cara membuat NIB, sekarang usaha kami sudah punya legalitas dan muncul di Google Maps. Terima kasih kepada mahasiswa KKN yang sudah membantu,” ungkapnya.
Tak berhenti sampai di sini, mahasiswa KKN berencana melanjutkan program dengan membantu proses sertifikasi halal bagi UMKM terpilih. Langkah ini diharapkan semakin memperkuat daya saing produk lokal Desa Karanganyar, baik di pasar tradisional maupun digital. (*)






0 Tanggapan
Empty Comments