SD Muhammadiyah Kompleks Gresik (SD Mugres) Kampus B mengajarkan keterampilan praktis melalui program “Mugres Life” sebagai bekal hidup yang bermanfaat bagi murid, pada Jumat (19/9/2025).
Program “Mugres Life” merupakan kegiatan rutin yang diadakan SD Mugres Kampus B setiap hari Jumat. Program ini dirancang untuk melatih keterampilan praktis sekaligus membentuk karakter positif murid dalam kehidupan sehari-hari. Fokusnya mencakup nilai-nilai kemandirian, disiplin, tanggung jawab, kreativitas dan inovasi, kerja sama, kepedulian terhadap lingkungan dan sosial, serta rasa percaya diri.
Pada pertemuan kali ini, murid diajak mempelajari keterampilan menyetrika. Kegiatan diawali dengan apersepsi oleh guru pengampu masing-masing kelas untuk membangun pemahaman awal. Pada kegiatan inti, guru mendemonstrasikan langkah-langkah menyetrika dengan aman dan tepat, menjelaskan alat-alat yang perlu disiapkan, serta alasan pentingnya menguasai keterampilan ini secara mandiri.
Mugres Life
Saat mendemonstrasikan, pengampu program “Mugres Life” untuk kelas 3, Dini Dwi Maulidiyah, S.Pd menjelaskan pentingnya keterampilan praktis ini bagi murid.
“Suatu saat, orang tua kalian mungkin sibuk dan tidak bisa membantu. Oleh karena itu, kalian harus mampu menyetrika sendiri,” ujarnya.
Dini juga menambahkan bahwa keterampilan ini memungkinkan murid membantu orang tua di rumah.
“Jika sudah bisa menyetrika, kalian juga bisa membantu orang tua,” imbuhnya.
Murid dibagi menjadi empat kelompok, setiap murid diminta membawa satu jenis pakaian. Satu perwakilan dari masing-masing kelompok membawa setrika dan pelicin pakaian. Di bawah pengawasan dan bimbingan guru pengampu, mereka berhasil menyetrika pakaian secara mandiri dengan aman.
Saat praktik, Afiqa seorang murid kelas 5, mengungkapkan antusiasnya.
“Bu, aku ketagihan menyetrika. Ternyata menyetrika seru,” katanya.
Antusiasme murid terlihat dari semangat mereka, bahkan hingga menggunakan hasduk HW sebagai bahan tambahan untuk disetrika.
Program “Mugres Life” diharapkan dapat diterapkan murid dalam kehidupan sehari-hari dan menjadi pengalaman bermakna. Kegiatan ini menegaskan bahwa pendidikan tidak hanya terbatas pada akademik, tetapi juga mencakup keterampilan praktis seperti keterampilan rumah tangga yang sering kali terabaikan namun sangat penting untuk diajarkan kepada murid. (*)






0 Tanggapan
Empty Comments