Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Pentingnya Menerapkan Pendidikan Islam Sejak Dini

Iklan Landscape Smamda
Pentingnya Menerapkan Pendidikan Islam Sejak Dini
pwmu.co -
(Alfain Jalaluddin Ramadlan/PWMU.CO)

Oleh: Alfain Jalaluddin Ramadlan – Wakil Sekretaris LSBO PDM Lamongan, Ketua PC IMM Lamongan Bidang Tabligh dan Kajian Keislaman, Ketua Bidang Pustaka dan Literasi Kwarwil Hizbul Wathan Jawa Timur, Pengajar Pondok Pesantren Al Mizan Muhammadiyah Lamongan, dan KM3 Pimpinan Pusat Muhammadiyah.

PWMU.CO – Pendidikan Islam merupakan fondasi utama dalam membentuk karakter dan akhlak seorang anak. Menerapkannya sejak dini bukan hanya soal mengenalkan ajaran agama, tetapi juga tentang menanamkan nilai-nilai moral, kejujuran, tanggung jawab, serta cinta kepada Allah dan sesama.

Usia dini adalah masa emas (golden age), saat otak anak berkembang sangat cepat dan mudah menerima pengaruh dari lingkungan.

Mengapa Harus Sejak Dini? Karena anak-anak ibarat kertas putih. Apa yang dituliskan padanya akan menjadi dasar kehidupannya kelak. Bila sejak kecil sudah dikenalkan dengan shalat, doa-doa, kisah Nabi, dan adab Islami, maka saat dewasa mereka akan tumbuh menjadi pribadi yang beriman dan berakhlak mulia.

Fakta menunjukkan, banyak perilaku menyimpang yang terjadi di usia remaja berawal dari lemahnya pendidikan karakter sejak kecil. Sebuah studi dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak pada 2022 menunjukkan bahwa anak-anak yang tidak mendapat pendidikan moral dan agama secara cukup cenderung lebih mudah terlibat dalam tindakan kekerasan, perundungan, dan penyalahgunaan media digital.

Kasus di berbagai daerah memperlihatkan remaja yang melakukan perundungan, bahkan kekerasan fisik terhadap teman, ternyata tidak pernah dibiasakan shalat, tidak mengerti akhlak dalam Islam, dan tidak pernah dibimbing secara religius sejak kecil. Ini menjadi alarm penting bagi kita semua bahwa pendidikan agama tak bisa ditunda.

Tuntunan dari Al-Quran

Al-Quran memberikan petunjuk yang jelas mengenai pentingnya mendidik anak dalam keimanan sejak dini. Salah satu ayat yang sangat populer adalah nasihat Luqman kepada anaknya:

وَاِذْ قَالَ لُقْمٰنُ لِابْنِهٖ وَهُوَ يَعِظُهٗ يٰبُنَيَّ لَا تُشْرِكْ بِاللّٰهِۗ اِنَّ الشِّرْكَ لَظُلْمٌ عَظِيْمٌ

Artinya: (Ingatlah) ketika Luqman berkata kepada anaknya, saat dia menasihatinya, “Wahai anakku! Janganlah engkau mempersekutukan Allah, sesungguhnya mempersekutukan Allah adalah benar-benar kezaliman yang besar.” (Qs. Luqman: 13).

Ayat ini menunjukkan bagaimana seorang ayah yang shaleh memulai pendidikan anaknya dengan pondasi tauhid. Tidak menunggu anak dewasa, tapi sejak ia mulai bisa memahami, sudah diajarkan tentang siapa Tuhannya dan apa yang harus dijauhi.

Selain itu, Allah juga berfirman:

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا قُوْٓا اَنْفُسَكُمْ وَاَهْلِيْكُمْ نَارًا وَّقُوْدُهَا النَّاسُ وَالْحِجَارَةُ عَلَيْهَا مَلٰۤىِٕكَةٌ غِلَاظٌ شِدَادٌ لَّا يَعْصُوْنَ اللّٰهَ مَآ اَمَرَهُمْ وَيَفْعَلُوْنَ مَا يُؤْمَرُوْنَ

Artinya: “Wahai orang-orang yang beriman, jagalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu. Penjaganya adalah malaikat-malaikat yang kasar dan keras. Mereka tidak durhaka kepada Allah terhadap apa yang Dia perintahkan kepadanya dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.” (Qs. At-Tahrim: 6).

Ayat ini menjadi landasan kuat bahwa orang tua bertanggung jawab menjaga keluarganya dari kehancuran moral dan spiritual, salah satunya adalah dengan memberikan pendidikan agama secara konsisten.

Peran Keluarga dan Lembaga Pendidikan

Keluarga adalah sekolah pertama bagi anak. Orang tua tidak perlu menunggu anak masuk sekolah untuk mulai mengajarkan nilai-nilai agama. Hal-hal sederhana seperti mengucapkan salam, membaca doa sebelum makan, menyegerakan wudhu saat mendengar adzan, adalah kebiasaan kecil yang membentuk karakter besar. Rasulullah SAW bersabda, yang diabadikan dalam Hadits Bukhari Nomor 1296.

حَدَّثَنَا آدَمُ حَدَّثَنَا ابْنُ أَبِي ذِئْبٍ عَنْ الزُّهْرِيِّ عَنْ أَبِي سَلَمَةَ بْنِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كُلُّ مَوْلُودٍ يُولَدُ عَلَى الْفِطْرَةِ فَأَبَوَاهُ يُهَوِّدَانِهِ أَوْ يُنَصِّرَانِهِ أَوْ يُمَجِّسَانِهِ كَمَثَلِ الْبَهِيمَةِ تُنْتَجُ الْبَهِيمَةَ هَلْ تَرَى فِيهَا جَدْعَاءَ

Telah menceritakan kepada kami [Adam] telah menceritakan kepada kami [Ibnu Abu Dza’bi] dari [Az Zuhriy] dari [Abu Salamah bin ‘Abdurrahman] dari [Abu Hurairah radliallahu ‘anhu] berkata: Nabi Shallallahu’alaihiwasallam bersabda:

“Setiap anak dilahirkan dalam keadaan fithrah. Kemudian kedua orang tuanyalah yang akan menjadikan anak itu menjadi Yahudi, Nashrani atau Majusi sebagaimana binatang ternak yang melahirkan binatang ternak dengan sempurna. Apakah kalian melihat ada cacat padanya?” [Bukhari].

Oleh karena itu, orang tua adalah guru pertamanya. Mengajarkan anak mengucap basmalah, membiasakan shalat berjamaah, membaca al-Quran, hingga berakhlak sopan, adalah langkah-langkah kecil yang berdampak besar. Jika keluarga tidak mampu membimbing secara maksimal, maka memasukkan anak ke lembaga pendidikan Islam seperti Taman Pendidikan Al-Quran (TPA), TK Islam, atau MI, menjadi alternatif terbaik.

Di beberapa daerah, pondok pesantren juga sudah membuka program pendidikan anak usia dini. Mereka tidak hanya diajarkan calistung, tapi juga akidah, akhlak, hafalan al-Quran, dan ibadah.

Pendidikan Islam sejak dini bukanlah pilihan, tetapi keharusan. Di tengah tantangan zaman yang penuh dengan pengaruh negatif, anak-anak kita butuh pegangan yang kuat sejak kecil. Dengan menanamkan nilai-nilai Islam sejak usia dini, kita sedang menyiapkan generasi masa depan yang tidak hanya cerdas, tetapi juga berakhlak mulia.

Sebagaimana pepatah Arab mengatakan: “At-tarbiyah fi shighar ka naqsyin ‘ala al-hajar” (Menanam di waktu kecil, seperti mengukir di atas batu).

Maka, mari mulai dari sekarang. Jadikan rumah kita sebagai taman pendidikan Islam. Jadikan diri kita sebagai teladan bagi anak-anak kita. Karena anak-anak kita adalah amanah, dan masa depan Islam ada di tangan mereka. Apa yang diajarkan sejak dini akan membekas sepanjang hidup. (*)

Editor Ni’matul Faizah

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu